Talkshow Pra-Pelantikan IPNU-IPPNU Karanganyar Bangun Jiwa Wirausaha dan Lestarikan Budaya Nusantara

Karanganyar, SiRekan
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPN) Kabupaten Karanganyar menggelar Talkshow Pra-Pelantikan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Ahad (12/7/2026).

Mengusung tema “Nararya IPNU IPPNU Karanganyar Merawat Budaya, Menumbuhkan Jiwa Wirausaha, Melahirkan Inovasi Nusantara,” kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi kader sebelum memasuki masa kepengurusan sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda dalam bidang kewirausahaan dan pelestarian budaya.

Kegiatan dihadiri Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Karanganyar, perwakilan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, alumni IPNU-IPPNU, tokoh budaya, wirausaha muda, serta kader IPNU-IPPNU dari berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar.

Ketua Pelaksana, Rekan Dony, mengatakan talkshow tersebut bertujuan mengembangkan potensi kader, baik di bidang kreativitas maupun kewirausahaan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kader IPNU dan IPPNU mampu mengembangkan bakat yang dimiliki serta menumbuhkan jiwa wirausaha sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Ketua PC IPNU Kabupaten Karanganyar, Rekan Erlangga, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada Nahdlatul Ulama sekaligus upaya memperkuat peran organisasi dalam membentuk pelajar yang berwawasan luas.

“Pelajar hari ini harus melek terhadap berbagai khazanah keilmuan, tidak hanya ilmu keagamaan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar, KH. Nuril Huda, mengapresiasi penyelenggaraan talkshow yang dinilainya relevan dengan kebutuhan generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya bermakna menjaga tradisi, tetapi juga menjadikannya sebagai kekuatan dalam membangun kemandirian dan masa depan bangsa.

“Melestarikan budaya bukan berarti hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadikannya sebagai kekuatan untuk membangun kemandirian dan masa depan bangsa,” katanya.

Ia menjelaskan, tradisi Nahdlatul Ulama seperti tahlilan mengandung nilai spiritual sekaligus sosial, mulai dari menghormati para pendahulu, mempererat persaudaraan, hingga membangun kepedulian antarsesama. Selain itu, budaya juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan produk dan potensi lokal.

Mewakili Bupati Karanganyar, Puryanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan permohonan maaf karena Bupati belum dapat hadir sekaligus mengapresiasi terselenggaranya talkshow pra-pelantikan sebagai ruang pembinaan kader muda Nahdlatul Ulama.

“Semoga kegiatan ini menjadi bekal bagi kader IPNU dan IPPNU untuk terus berkembang serta memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak para kader menghadirkan program-program inovatif, memperkuat solidaritas organisasi, serta memanfaatkan media sosial secara positif untuk mempromosikan potensi pariwisata dan UMKM Kabupaten Karanganyar.

Talkshow menghadirkan dua narasumber, yakni wirausahawan muda Disa Ageng Alifven, S.M., dan budayawan Asrar, S.E., M.M. Dalam pemaparannya, Disa menekankan pentingnya kesiapan mental, perencanaan yang matang, dan kemampuan memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), sebagai sarana belajar dan mengembangkan usaha.

“Di era digital, teknologi bukan untuk ditakuti, tetapi dimanfaatkan sebagai alat untuk memperluas pengetahuan dan menciptakan peluang usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan berwirausaha tidak ditentukan oleh latar belakang pendidikan, melainkan oleh kemampuan memahami kebutuhan pasar, menyusun perencanaan yang jelas, serta berada di lingkungan yang mendorong seseorang untuk terus berkembang.

Sementara itu, Asrar menegaskan bahwa organisasi merupakan ruang pembelajaran penting dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha yang diproyeksikan menjadi penggerak Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, generasi muda harus bangga terhadap budaya bangsa dan tidak hanya menjadi penikmat budaya asing. Ia mendorong kader IPNU-IPPNU melakukan rebranding budaya Nusantara melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Budaya harus dikemas secara kreatif agar tetap relevan, menarik, dan dicintai oleh generasi masa kini,” pungkasnya.

Kontributor: Muhammad Asrofi
Editor: Achmad Subakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *