Perkuat Kaderisasi, Tiga PC IPNU-IPPNU Bersinergi Gelar Latin dan Latpel

Depok, SiRekan
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok berkolaborasi Latihan mengadakan Instruktur (Latin) dan Latihan Pelatih (Latpel) pada Jumat–Ahad (3–5/7/2026) di Pondok Pesantren Annahdlah, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antarcabang dalam memperkuat sistem kaderisasi sekaligus menyiapkan instruktur dan pelatih yang berkualitas.

Kaderisasi gabungan ini diselenggarakan sebagai ikhtiar bersama untuk menjawab kebutuhan kaderisasi di masing-masing cabang. Melalui koordinasi yang intensif, ketiga Pimpinan Cabang menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta, tetapi juga mempererat ukhuwah serta memperkuat kolaborasi antarkader lintas daerah.

Ketua PC IPNU Kota Depok, Sahal Rajabi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, panitia, instruktur, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan Latin dan Latpel merupakan hasil sinergi dan koordinasi yang baik dari seluruh unsur yang terlibat.

Dalam sambutannya, Sahal menegaskan bahwa seluruh peserta harus mengikuti setiap proses kaderisasi dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan bahwa para peserta merupakan calon instruktur dan pelatih yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan kaderisasi di cabang masing-masing.

“Peserta harus memahami bahwa setelah kegiatan ini selesai, kalian akan menjadi calon instruktur dan pelatih di cabang masing-masing. Karena itu, ikutilah seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak mungkin,” pesannya.

Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kota Depok memiliki kesamaan tantangan dalam memperkuat kaderisasi dan organisasi. Menurutnya, setiap proses pembelajaran dalam organisasi tentu tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan, namun hal tersebut merupakan bagian dari proses yang harus dijalani setiap kader.

Sementara itu, Ketua PW IPPNU Jawa Barat, Renita, mengapresiasi penyelenggaraan Latin dan Latpel hasil kolaborasi tiga Pimpinan Cabang tersebut. Menurutnya, kaderisasi merupakan aspek yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi, sehingga keberadaan instruktur dan pelatih yang kompeten menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

Renita berharap seluruh peserta mampu menjadi pelopor kaderisasi di daerah masing-masing setelah menyelesaikan pelatihan. Ia juga mendorong mereka untuk terus meningkatkan kapasitas dengan mengikuti jenjang kaderisasi berikutnya, yakni Latinpel II yang akan diselenggarakan oleh PW IPNU-IPPNU Jawa Barat.

Melalui penyelenggaraan Latin dan Latpel gabungan ini, ketiga Pimpinan Cabang menunjukkan bahwa kolaborasi mampu melahirkan proses kaderisasi yang lebih kuat, terarah, dan berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut sebagai upaya bersama mencetak instruktur dan pelatih yang siap mengawal keberlangsungan kaderisasi serta mendorong kemajuan organisasi di masa mendatang.

Kontributor: Aditya Ishlahuddin
Editor: Achmad Subakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *