Babat, SiRekan
5 Juli 2026 – Dalam upaya menyiapkan sumber daya kader yang berkualitas, PAC IPNU-IPPNU Babat menyelenggarakan Public Speaking and Mop Simulation (PSMS) 2026 sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca proses pengkaderan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 4–5 Juli 2026, bertempat di MI Tarbiyatul Athfal Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, dengan mengusung semangat mencetak fasilitator yang kompeten dalam mengawal kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) di berbagai lembaga pendidikan.
PSMS menjadi salah satu langkah strategis PAC IPNU-IPPNU Babat dalam mempersiapkan kader-kader terbaik yang tidak hanya mampu berbicara di depan umum, tetapi juga memiliki kemampuan memfasilitasi forum, mengelola kelas, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan suasana pembelajaran yang edukatif dan inspiratif. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diproyeksikan sebagai wadah pembentukan calon pemateri dan instruktur pengkaderan, khususnya dalam menyongsong pelaksanaan MAKESTA maupun jenjang kaderisasi berikutnya.
Pembukaan kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur Banom Nahdlatul Ulama Desa Kebalanpelang, jajaran Banom MWCNU Babat, serta pengurus PAC IPNU-IPPNU Babat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kualitas kader Pelajar NU.
Dalam sambutannya, Ketua PAC IPPNU Babat, Dwi Kurnia Nur Aini, menegaskan bahwa PSMS merupakan ikhtiar organisasi dalam melahirkan fasilitator yang mampu mengawal pelaksanaan MPLS dan Matsama dengan pendekatan yang edukatif, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh konsep yang baik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengawal jalannya kegiatan tersebut. Oleh karena itu, setiap peserta diharapkan mampu memanfaatkan PSMS sebagai ruang belajar untuk meningkatkan kapasitas diri.
Di akhir sambutannya, beliau berpesan,
“Jadilah orang hebat yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi tahu kapan harus berbicara. Sebab seorang fasilitator bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan mampu menghadirkan makna, memberi inspirasi, dan menjadi teladan bagi peserta.”
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Banom NU Desa Kebalanpelang yang mengapresiasi semangat PAC IPNU-IPPNU Babat dalam menghadirkan program-program kaderisasi yang berdampak positif bagi masyarakat. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Kebalanpelang sebagai tuan rumah penyelenggaraan PSMS.
Menurutnya, Pelajar NU harus senantiasa menjadi motor penggerak kegiatan-kegiatan positif yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar serta memperkuat sinergi antarlembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Lamongan, Abdul Ghofur, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga semangat belajar hingga kegiatan berakhir. Ia mengapresiasi konsistensi PAC IPNU-IPPNU Babat yang dalam beberapa waktu terakhir terus menghadirkan berbagai program kaderisasi tanpa kehilangan semangat dan eksistensinya.
Menurutnya, semangat organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari kemampuan kader dalam menjaga konsistensi, kualitas, dan keberlanjutan setiap program yang dijalankan.
Rangkaian sambutan ditutup oleh Rois Syuriah MWCNU Babat, KH. Moh. Hasyim, yang memberikan tausiyah penuh makna kepada seluruh peserta. Beliau mengibaratkan organisasi IPNU-IPPNU di tingkat PAC sebagai organisasi yang tumbuh dari akar rumput. Oleh karena itu, setiap kader harus memahami bahwa proses panjang, pengorbanan, kesabaran, dan perjuangan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan organisasi.
Beliau juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa berpegang teguh pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Insyirah ayat 5–6, “Fa inna ma’al ‘usri yusrā, inna ma’al ‘usri yusrā” yang berarti “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” Ayat tersebut menjadi penguat bahwa setiap tantangan yang dihadapi dalam proses berorganisasi akan selalu diiringi dengan jalan keluar dan pertolongan dari Allah SWT bagi mereka yang tetap istiqamah dalam perjuangan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan praktik intensif, mulai dari teknik public speaking, metode penyampaian materi, simulasi Masa Orientasi Pelajar (MOP), pengelolaan forum, ice breaking, hingga simulasi menjadi fasilitator MPLS dan Matsama. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilan tersebut secara langsung melalui praktik dan evaluasi.
Melalui PSMS 2026, PAC IPNU-IPPNU Babat berharap lahir kader-kader yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mental kepemimpinan yang kuat, serta kompetensi sebagai fasilitator dan pemateri yang siap mengawal kegiatan MPLS, Matsama, maupun proses pengkaderan MAKESTA. Dengan demikian, kader Pelajar NU tidak hanya menjadi peserta dalam setiap kegiatan, tetapi mampu tampil sebagai penggerak, pendidik, dan inspirator yang memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan, organisasi, serta masyarakat luas.Semoga melalui PSMS ini lahir fasilitator-fasilitator muda yang kompeten, berintegritas, dan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal proses kaderisasi serta pendidikan karakter di lingkungan sekolah dan madrasah.
Kontributor: Hidayah Atma Negara
Editor: Aji Santoso
Foto: M. Irsyadus Shodiq
