Purworejo, SiRekan
Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan Latihan Kader Utama (LAKUT) untuk pertama kalinya. Kegiatan kaderisasi tingkat utama tersebut resmi dibuka pada Kamis (15/1/2026) di Yayasan Khasanah Nusantara (KHASNU), Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.
Opening ceremony LAKUT PC IPNU-IPPNU Purworejo 2026 dihadiri puluhan peserta serta sejumlah tamu undangan dari unsur struktural NU, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan daerah. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kaderisasi paripurna di lingkungan IPNU-IPPNU Purworejo.
Ketua PC IPPNU Purworejo, Debi Saktiyani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan LAKUT kali ini merupakan pengalaman perdana bagi PC IPNU-IPPNU Purworejo. Ia mengakui masih terdapat berbagai hal yang perlu dievaluasi sebagai bahan perbaikan di masa mendatang.
“LAKUT ini menjadi yang pertama di Purworejo. Tentu masih banyak evaluasi yang akan kami lakukan. Namun kami berharap dari proses ini lahir kader-kader utama yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan PC IPNU-IPPNU Purworejo ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Alumni (MA) IPNU Purworejo sekaligus Ketua Yayasan Khasanah Nusantara, Muhammad Musyafa, selaku tuan rumah kegiatan, menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ia menekankan pentingnya kepekaan kader dalam melayani Nahdlatul Ulama dan menjawab tantangan pelajar di era saat ini.
“Pelajar hari ini dihadapkan pada berbagai persoalan, seperti narkoba, judi daring, dan tantangan lingkungan sosial lainnya. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. IPNU-IPPNU harus hadir sebagai ruang yang aman, nyaman, dan solutif bagi pelajar,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas IPNU-IPPNU sebagai upaya kolektif menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhaimin, yang turut hadir, menilai LAKUT sebagai kaderisasi paripurna dalam tubuh IPNU-IPPNU. Menurutnya, kegiatan ini menjadi cermin dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan NU dan bangsa.
“Dalam hal kecerdasan, teknologi dan kecerdasan buatan bisa melampaui manusia. Namun kebijaksanaan hanya dimiliki manusia. Karena itu, kader IPNU-IPPNU harus bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pilihan kepemimpinan selalu memiliki risiko. Oleh karena itu, kader dituntut berani mengambil peran dan berpikir secara global tanpa meninggalkan konteks lokal.
“Kompetitor kita bukan hanya sesama anak bangsa, tetapi juga generasi muda secara global. Maka berpikir global dan bertindak lokal harus berjalan seiring,” tegasnya.
Wakil Ketua PCNU Purworejo, Drs. Fathurrohman, M.M., yang hadir mewakili Ketua PCNU Purworejo, memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan LAKUT. Ia menyampaikan bahwa LAKUT merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh PCNU Purworejo.
“NU adalah rumah besar kaderisasi dan gudangnya kepemimpinan. Kepemimpinan bisa tumbuh secara alamiah, namun juga harus ditempa melalui penguatan manajemen organisasi dan pendalaman nilai Aswaja,” jelasnya.
Ia secara simbolis membuka kegiatan dengan bacaan basmalah dan berharap LAKUT dapat berjalan dengan lancar serta memberi manfaat besar bagi kader IPNU-IPPNU.
Turut hadir Rais Syuriah PCNU Purworejo, KH Dawud Maskuri, yang memberikan mau‘idzah hasanah sekaligus menutup rangkaian opening ceremony dengan doa bersama.
Kegiatan pembukaan LAKUT diakhiri dengan penyematan tanda peserta serta penyerahan peserta dari PC IPNU-IPPNU Purworejo kepada Tim Instruktur dan Pelatih PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah sebagai tanda dimulainya proses kaderisasi tingkat utama.
Kontributor: Hasan Maskur
Editor: Achmad Subakti
