Refleksi Harlah ke-72: Pelajar NU Harus Progresif dan Berkarakter

Peringatan Hari Lahir ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menjadi momentum penting bagi seluruh kader dan pelajar Nahdliyin. Kita perlu melakukan refleksi terhadap perjalanan panjang organisasi dalam mengawal generasi muda berkomitmen pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Ahmad Yuzril Azami, Kader Muda NU dari Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah IPNU Sumsel berpendapat bahwa peran IPNU sangat strategis dalam membentuk karakter pelajar ahlusunah waljamaah.

Sejak IPNU didirikan pada tahun 1954 sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama, IPNU telah memainkan peran strategis dalam membentuk karakter pelajar yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat kebangsaan dan komitmen terhadap nilai-nilai aswaja.

Ia menambahkan bahwa di usia yang ke-72 tahun, IPNU terus dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Era digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelajar untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta menjaga nilai-nilai tradisi yang menjadi khas pelajar Nahdlatul Ulama.

Sebagai kader IPNU, kita diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan yang progresif, inklusif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Azami berharap agar momentum Hari Lahir ke-72 ini menjadi titik refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh kader IPNU untuk terus menjaga marwah organisasi, memperkuat solidaritas kader, serta berkontribusi aktif dalam membangun peradaban yang lebih baik.

Tentu, kita berharap dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai perjuangan, IPNU optimis akan terus menjadi garda terdepan dalam membina pelajar Indonesia yang religius, intelektual, dan berkarakter.

Penulis: Ahmad Yuzril Azami, Sekretaris Wilayah PW IPNU Sumatera Selatan

Editor: Fahri Reza M.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *