Ketika Nyawa Pelajar Hilang, Keadilan Tidak Boleh Ikut Menghilang

Kediri, SiRekanKetika seorang anak yang belum memenuhi syarat mengemudi dapat membawa mobil ke jalan raya hingga merenggut nyawa orang lain, persoalannya tidak lagi sekadar kecelakaan lalu lintas. Peristiwa itu menjadi cermin lemahnya pengawasan, tanggung jawab orang tua, dan konsistensi penegakan hukum dalam melindungi keselamatan masyarakat. Tragedi yang merenggut nyawa Zuleyka (19), kader IPPNU Kabupaten Kediri,…

Selengkapnya

Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang: Alarm Keras Untuk Mengakhiri Bullying di Lingkungan Pendidikan

Peristiwa ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang pada 14 Juli 2026 menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik justru berubah menjadi lokasi yang mengancam keselamatan. Peristiwa ini bukan hanya persoalan kriminal yang harus diproses secara hukum, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem perlindungan anak di…

Selengkapnya

Organisasi Bukan Penghambat, Justru Membuka Jalan Beasiswa Pascasarjana

Bagi sebagian orang, aktif berorganisasi kerap dianggap sebagai penyebab mahasiswa terlambat lulus. Anggapan seperti itu bukan hal baru dan beberapa kali saya dengar selama menjalani perkuliahan. Namun, pengalaman yang saya alami justru menunjukkan hal sebaliknya. Organisasi bukan menjadi penghambat, melainkan ruang belajar yang membuka banyak kesempatan, bahkan menghadirkan peluang yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan….

Selengkapnya

Tahun Baru Islam dan Pentingnya Merawat Ingatan Kolektif

Tahun Baru Hijriah sering kali dimaknai sebagai momentum refleksi. Kita diajak menengok kembali perjalanan yang telah dilalui, sekaligus memikirkan jejak apa yang akan kita tinggalkan untuk masa depan. Dalam konteks tersebut, hijrah sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang perpindahan tempat atau perubahan perilaku pribadi. Hijrah juga dapat dimaknai sebagai perpindahan cara pandang, termasuk dalam memandang pengetahuan…

Selengkapnya

Refleksi Harlah ke-72: Pelajar NU Harus Progresif dan Berkarakter

Peringatan Hari Lahir ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menjadi momentum penting bagi seluruh kader dan pelajar Nahdliyin. Kita perlu melakukan refleksi terhadap perjalanan panjang organisasi dalam mengawal generasi muda berkomitmen pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Ahmad Yuzril Azami, Kader Muda NU dari Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah IPNU Sumsel berpendapat bahwa peran IPNU sangat…

Selengkapnya

Meneguhkan Khidmat Pelajar di Usia 72 Tahun IPNU

Pandeglang, SiRekan Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bukan sekadar seremoni tahunan yang dipenuhi ucapan selamat dan nostalgia sejarah. Lebih dari itu, usia 72 tahun adalah cermin kedewasaan organisasi sebuah fase yang menuntut refleksi, evaluasi, sekaligus peneguhan arah gerak di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Tema “Meneguhkan Khidmat Pelajar Menuju Peradaban…

Selengkapnya

Merawat Kader, Menjaga Arah Gerakan

Serang, SiRekan Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) seharusnya lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ia adalah momen refleksi mendalam: siapa sebenarnya pelajar masa kini, ke mana arah gerakan ini akan dibawa, dan bagaimana masa depan organisasi ini akan ditentukan. Di tengah dinamika pelajar Indonesia yang semakin kompleks, organisasi pelajar kini dihadapkan…

Selengkapnya

Harlah ke-72 IPNU: Meneguhkan Khidmat Pelajar Menuju Peradaban Mulia

Tujuh puluh dua tahun adalah rentang waktu yang panjang bagi sebuah organisasi pelajar. Sejak berdiri pada 24 Februari 1954, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) telah menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Nahdliyin—membentuk karakter, menanamkan nilai, sekaligus melatih kepemimpinan. IPNU bukan sekadar organisasi, melainkan rumah perjuangan tempat pelajar belajar tentang ilmu, tanggung jawab, dan pengabdian. Tema…

Selengkapnya

Advokasi Pelajar sebagai Jalan Khidmat IPNU-IPPNU

Siapa yang harus bergerak ketika pelajar terancam putus sekolah, pelajar menjadi korban perundungan, pelajar mengalami tekanan mental, atau menghadapi relasi timpang dengan tenaga pendidik? Jawabannya jelas, kita. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi IPNU-IPPNU untuk menegaskan peran advokasi pelajar. IPNU-IPPNU tidak boleh hanya hadir di ruang kaderisasi formal, tetapi harus menjadi kekuatan sosial yang membawa…

Selengkapnya

Berorganisasi, Berpikir Kritis, dan Menjaga Batas

Organisasi adalah tempat di mana pikiran seharusnya dibebaskan. Bebas untuk berbeda, bebas untuk mengkritik, dan bebas untuk menyampaikan gagasan. Akan tetapi, kebebasan itu tidak berdiri sendiri, kita juga belajar satu hal penting: memahami batas. Bukan batas yang mematikan pikiran, melainkan batas agar pikiran bisa disampaikan dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab. Di dalam organisasi,…

Selengkapnya