Refleksi Harlah ke-72: Pelajar NU Harus Progresif dan Berkarakter

Peringatan Hari Lahir ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menjadi momentum penting bagi seluruh kader dan pelajar Nahdliyin. Kita perlu melakukan refleksi terhadap perjalanan panjang organisasi dalam mengawal generasi muda berkomitmen pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Ahmad Yuzril Azami, Kader Muda NU dari Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah IPNU Sumsel berpendapat bahwa peran IPNU sangat…

Selengkapnya

Meneguhkan Khidmat Pelajar di Usia 72 Tahun IPNU

Pandeglang, SiRekan Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama bukan sekadar seremoni tahunan yang dipenuhi ucapan selamat dan nostalgia sejarah. Lebih dari itu, usia 72 tahun adalah cermin kedewasaan organisasi sebuah fase yang menuntut refleksi, evaluasi, sekaligus peneguhan arah gerak di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Tema “Meneguhkan Khidmat Pelajar Menuju Peradaban…

Selengkapnya

Merawat Kader, Menjaga Arah Gerakan

Serang, SiRekan Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) seharusnya lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ia adalah momen refleksi mendalam: siapa sebenarnya pelajar masa kini, ke mana arah gerakan ini akan dibawa, dan bagaimana masa depan organisasi ini akan ditentukan. Di tengah dinamika pelajar Indonesia yang semakin kompleks, organisasi pelajar kini dihadapkan…

Selengkapnya

Harlah ke-72 IPNU: Meneguhkan Khidmat Pelajar Menuju Peradaban Mulia

Tujuh puluh dua tahun adalah rentang waktu yang panjang bagi sebuah organisasi pelajar. Sejak berdiri pada 24 Februari 1954, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) telah menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Nahdliyin—membentuk karakter, menanamkan nilai, sekaligus melatih kepemimpinan. IPNU bukan sekadar organisasi, melainkan rumah perjuangan tempat pelajar belajar tentang ilmu, tanggung jawab, dan pengabdian. Tema…

Selengkapnya

Advokasi Pelajar sebagai Jalan Khidmat IPNU-IPPNU

Siapa yang harus bergerak ketika pelajar terancam putus sekolah, pelajar menjadi korban perundungan, pelajar mengalami tekanan mental, atau menghadapi relasi timpang dengan tenaga pendidik? Jawabannya jelas, kita. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi IPNU-IPPNU untuk menegaskan peran advokasi pelajar. IPNU-IPPNU tidak boleh hanya hadir di ruang kaderisasi formal, tetapi harus menjadi kekuatan sosial yang membawa…

Selengkapnya

Berorganisasi, Berpikir Kritis, dan Menjaga Batas

Organisasi adalah tempat di mana pikiran seharusnya dibebaskan. Bebas untuk berbeda, bebas untuk mengkritik, dan bebas untuk menyampaikan gagasan. Akan tetapi, kebebasan itu tidak berdiri sendiri, kita juga belajar satu hal penting: memahami batas. Bukan batas yang mematikan pikiran, melainkan batas agar pikiran bisa disampaikan dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab. Di dalam organisasi,…

Selengkapnya

Bagaimana Jika Ternyata Umat Kristen yang Masuk Surga?

Sering kali, cara kita menjalani kehidupan beragama tak ubahnya seperti seorang suporter sepak bola yang membela klub kesayangannya secara membabi buta. Kita berteriak paling keras, menyerang pihak lain dengan penuh emosi, bukan karena benar-benar memahami filosofi, nilai, atau strategi yang diyakini, melainkan semata karena kita “lahir” di lingkungan yang sama dengan identitas tersebut. Agama pun…

Selengkapnya

Instruktur IPNU: Taktik Total Football

Kalau kamu pikir melatih tim sekelas Real Madrid itu susah, coba sekali-kali jadi Instruktur IPNU di acara Makesta (Masa Kesetiaan Anggota). Bedanya tipis: pelatih sepak bola pusing mikirin formasi 4-3-3, sementara Instruktur IPNU pusing mikirin bagaimana caranya puluhan pelajar yang baru bangun tidur bisa paham materi Ke-Aswaja-an tanpa ada yang matanya lowbat alias ngantuk berat….

Selengkapnya

Lahirnya Generasi NU Kontemporer Kota Kediri

Pelantikan Pimpinan Cabang IPNU–IPPNU Kota Kediri masa khidmat 2025–2027 pada Minggu, 2 November 2025, bukan sekadar seremonial pergantian estafet. Ia adalah manifestasi nyata dari semangat “Empowering, Initiative, Designing the Future” yang diusung. Acara ini membuktikan bahwa kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama mampu bersanding antara kedalaman tradisi dan keberanian menyongsong modernitas. Kombinasi antara gending Jawa, kirab budaya,…

Selengkapnya

IPNU, Stagnasi Ide, dan Kopi Dini Hari

Untuk para mubalig muda IPNU, kita harus jujur sekali lagi. Kenapa hasil Rapat Kerja (Raker) tahunan kita selalu sama template-nya? Mengapa program kerja kita selalu berkutat antara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Latihan Kader Muda (Lakmud), padahal dunia sudah pakai AI dan Metaverse? Jawabannya sederhana: otak kita mandek karena berpikir terlalu formal. Stagnasi ide itu…

Selengkapnya