SiRekan, Kabupaten Kediri
DKC Corps Brigade Pembangunan (CBP) Korps Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Kediri bersama Bidang Kaderisasi PC IPNU IPPNU Kabupaten Kediri menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pelatih (Diklatpel) serta Latin-Latpel pada 14–17 Mei 2026 di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sistem kaderisasi CBP KPP agar mampu menjawab tantangan organisasi yang terus berkembang serta menyesuaikan kebutuhan kader IPNU IPPNU di era saat ini.
Kegiatan Diklatpel difokuskan pada pembentukan pelatih dan fasilitator kaderisasi yang tidak hanya memahami teknis pelatihan, tetapi juga memiliki kapasitas dalam membina, mengarahkan, serta mengawal keberlangsungan kaderisasi CBP KPP di tingkat PAC maupun DKAC. Dalam pelaksanaannya, pelatih diposisikan sebagai figur strategis yang bertanggung jawab terhadap penguatan intelektualitas, mental organisasi, loyalitas, dan pemahaman pola gerak kader secara menyeluruh.
Komandan Rohman bersama Komandan Miftah menyampaikan bahwa pelaksanaan Diklatpel periode 2025–2027 menjadi langkah penting dalam memperjelas arah kaderisasi CBP KPP Kabupaten Kediri. Menurut keduanya, paradigma lama yang selama ini melekat pada CBP KPP sebagai organisasi yang identik dengan pola kaderisasi keras perlu diluruskan tanpa menghilangkan nilai dasar militansi organisasi.
“CBP KPP hari ini harus mampu menunjukkan wajah kaderisasi yang lebih terarah, disiplin, bertanggung jawab, serta membangun mental dan intelektualitas kader. Militansi tetap menjadi identitas penting, tetapi metode pembinaan juga harus mampu menyesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan kader IPNU IPPNU saat ini,” ujarnya.
Mereka menilai bahwa tantangan organisasi pada masa sekarang tidak lagi dapat diselesaikan dengan pola kaderisasi yang monoton dan berorientasi pada aspek fisik semata. Oleh sebab itu, pelatih harus mampu menjadi pembimbing yang humanis, kritis, serta adaptif dalam mendampingi kader. Selain itu, keberadaan pelatih juga diharapkan mampu menjadi pengarah bagi PAC maupun DKAC yang masih mengalami kesulitan memahami alur gerak dan sistem kaderisasi CBP KPP.
Mengusung tema “Optimalisasi Tupoksi dan Persepsi untuk Penguatan Integritas Pelatih CBP KPP”, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi dalam memperkuat kualitas kader, baik dari aspek kepemimpinan, komunikasi, solidaritas, maupun mental organisasi. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembentukan kader yang siap bergerak, siap mengabdi, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap organisasi dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Kediri, Rekan Bangkit, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses kaderisasi CBP KPP di Kabupaten Kediri. Ia menyoroti kondisi jumlah kader CBP dan KPP yang mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa periode terakhir sehingga dibutuhkan langkah konkret untuk memperkuat kembali basis kaderisasi organisasi.
“Melalui Diklatpel ini kami berharap kader-kader yang mengikuti pelatihan nantinya mampu mengawal pelaksanaan Diklatama di PAC se-Kabupaten Kediri dan memberikan dampak nyata terhadap berdirinya DKAC secara merata. Selain itu, kader juga diharapkan mampu menyusun langkah strategis demi arah gerak CBP KPP Kabupaten Kediri yang lebih solid dan terstruktur,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmennya sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Kediri untuk terus mendukung kegiatan kaderisasi CBP KPP serta membuka ruang diskusi bagi kader-kader muda dalam membangun organisasi yang lebih baik.
Melalui pelaksanaan Diklatpel tersebut, DKC CBP KPP Kabupaten Kediri berharap lahir pola kaderisasi yang lebih progresif, adaptif, dan tetap berpijak pada nilai dasar organisasi. Meskipun perubahan tidak dapat diwujudkan secara instan, langkah kecil melalui kegiatan ini diyakini mampu menjadi pijakan awal dalam membangun arah gerak CBP KPP Kabupaten Kediri yang lebih solid, merata, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Kontributor: Moh.Reno Nur Renata
Editor: Aji Santoso
Foto: DKC CBP KPP Kabupaten Kediri
