Purworejo, SiRekan
Semakin maraknya praktik prostitusi terselubung di Kabupaten Purworejo menjadi sorotan serius dalam agenda Reses Anggota DPR RI, KH. M. Abdullah (Gus Abdullah), yang digelar pada Sabtu, 7 Juni 2025 di Clapar, Bagelen, Purworejo. Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Muhaimin, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Purworejo Fran Suharmaji, Tenaga Ahli DPR RI Irkham Thamrin, Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Dapil 1-6, serta jajaran DPC PKB Kabupaten Purworejo.
“Kami menerima berbagai laporan dari masyarakat. Ini bukan sekadar isu moral, ini sudah masuk ke krisis sosial. Yang datang ke tempat-tempat seperti itu bukan hanya orang dewasa, tapi anak-anak muda yang masih sekolah, santri, bahkan mahasiswa. Ini mengancam masa depan Purworejo,” tegas Ketua IPNU dalam penyampaiannya.
Salah satu pernyataan paling mengemuka adalah datang dari Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Purworejo. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan keresahan masyarakat, khususnya para orang tua dan pendidik, atas menjamurnya tempat-tempat prostitusi terselubung, yang ironisnya mulai melibatkan pelanggan dari kalangan pelajar, santri, hingga mahasiswa.
Ia juga menyampaikan bahwa jika upaya penutupan tempat-tempat hiburan dewasa seperti karaoke terselubung dianggap sulit secara hukum, maka perlu ada regulasi ketat sebagai langkah minimal. Usulan yang disampaikan antara lain adalah:
- Penerapan batas usia ketat bagi pengunjung tempat hiburan.
- Larangan mutlak terhadap minuman keras, narkoba, dan praktik prostitusi terselubung di tempat hiburan.
“Kalau susah ditutup, maka tempat-tempat seperti itu harus diatur keras. Jangan boleh dimasuki pelajar, apalagi di bawah umur. Harus jelas bebas dari miras, narkoba, dan aktivitas prostitusi. Kalau tidak, Purworejo bisa kehilangan arah,” tambahnya.
Fran Suharmaji, Anggota DPRD Kabupaten Purworejo, menyatakan dukungannya atas keberanian anak muda menyuarakan isu moral dan sosial. Ia berjanji akan membawa aspirasi ini ke forum dewan dan mendesak adanya pengawasan ketat terhadap tempat hiburan.
Berkata beliau Muhaimin, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, menambahkan bahwa peran regulasi dan pengawasan dari lintas sektor sangat diperlukan. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini.
“Perlu Peraturan Daerah yang kuat. Tapi juga penting membangun kesadaran dan budaya malu. Kita harus pastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang sehat, bermoral, dan terlindungi,” katanya.
Sementara itu, Irkham Thamrin, beliau selaku Tenaga Ahli Gus Abdullah, menyebut bahwa aspirasi dari IPNU adalah bentuk kepedulian yang harus ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan.
“Ini bukan sekadar masukan, ini suara nurani generasi muda. Kalau pelajar dan santri sudah terpapar prostitusi, maka yang rusak bukan cuma individu, tapi masa depan daerah kita,isu ini tidak bisa dibiarkan. Penyelamatan generasi muda adalah prioritas utama, dan saya meminta tolong seluruh pihak-eksekutif, legislatif, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan-bersatu dalam gerakan moral untuk membendung kerusakan sosial ini.” ujarnya.
Acara yang berlangsung dalam nuansa hangat dan serius itu menjadi momentum penting bagi publik Purworejo untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada penyelamatan moral generasi muda, serta menekan praktik-praktik maksiat yang merusak dari akar.
Kontributor: N. H. Luthfi Majid
Editor: Aji Santoso
Foto: PC IPNU Kabupaten Purworejo
