Perkuat Ideologi Kader Muda, PKPT IPNU-IPPNU UPI Sumenep Gelar Kajian Bertema “Aswaja sebagai Pegangan NU”

Sumenep, SiRekan

Dalam rangka memperkuat pemahaman ideologis kader muda Nahdlatul Ulama, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar kajian bertema “Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai Pegangan NU” pada Senin (14/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat PKPT IPNU-IPPNU UPI Sumenep dan diikuti puluhan anggota serta pengurus aktif.

Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya kaderisasi intelektual yang menanamkan nilai-nilai keaswajaan sebagai landasan berpikir dan berperilaku di kalangan pelajar NU.

Dalam penyampaian materinya, Rodiyah El Maulida menegaskan pentingnya Aswaja sebagai pedoman hidup yang mencerminkan keseimbangan antara akidah, ibadah, dan akhlak. Menurutnya, pemahaman terhadap Aswaja tidak hanya sebatas teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan nilai moderasi dan toleransi.

“Tujuan kita mempelajari Aswaja adalah agar menjadi pemuda NU yang berakidah kuat, berakhlak baik, berpikir moderat, mencintai tanah air, dan siap melanjutkan perjuangan para ulama,” ujarnya.

Rodiyah juga memaparkan enam tujuan utama dalam mempelajari Aswaja, di antaranya menanamkan akidah yang lurus, membentuk karakter moderat dan toleran, menumbuhkan semangat sosial dan gotong royong, meneguhkan rasa cinta tanah air (hubbul wathan), melestarikan tradisi ke-NU-an, serta mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak.

Sementara itu, Ketua Umum PKPT IPNU UPI Sumenep, Moh Ali Banun Kalim, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ideologi kader di lingkungan perguruan tinggi.

“Kajian ini menjadi bagian dari proses pembinaan ideologis agar seluruh kader dan pengurus tetap berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ciri khas warga Nahdliyyin,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua PKPT IPPNU UPI Sumenep, Listiyani. Ia menilai kajian ini penting sebagai ruang refleksi dan penguatan jati diri kader NU di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Sebagai kader NU, kita harus memahami dan mengamalkan ajaran Aswaja. Melalui kajian ini, kita diajak untuk tidak hanya mengenal, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai keaswajaan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif dan penuh semangat tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab. Melalui kajian ini, seluruh peserta diharapkan semakin memahami prinsip dasar Ahlussunnah wal Jamaah dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan akademik, sosial, maupun organisasi.

Dengan demikian, PKPT IPNU-IPPNU UPI Sumenep berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi wadah pembinaan kader yang berkarakter, berakidah kuat, dan berkomitmen melanjutkan perjuangan para ulama.

Kontributor: Abd. Mannan
Editor: Aji Santoso
Foto: LPP PKPT IPNU-IPPNU UPI Sumenep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *