Peringati Harlah, PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya Hadirkan Gerakan Sosial dan Spiritualitas

Depok, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sukmajaya memperingati Harlah ke-72 IPNU dan ke-71 IPPNU di Sekretariat PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya, Sabtu (28/02). Kegiatan berlangsung khidmat dengan memadukan aksi sosial, penguatan spiritual, dan literasi kader.

Agenda diawali pembagian takjil bersama Semesta Project sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan. Acara dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama serta pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan organisasi.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan “Litalks” atau bedah buku yang menjadi program kerja Departemen Pendidikan dan Dakwah untuk memperkuat tradisi literasi pelajar.

Turut hadir dalam agenda ini anggota DPRD Kota Depok Dapil Sukmajaya, Turiman, jajaran MWC NU Sukmajaya, serta pembina dan demisioner PAC IPNU-IPPNU Sukmajaya.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziah MWC NU Sukmajaya, Ustaz Achmad Fachruddin, menegaskan pentingnya menjaga tradisi dan sanad keilmuan. Ia menyampaikan bahwa pelajar NU memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dari pelajar lain.

“Pelajar NU harus bisa tawasulan, tahlilan, dan manaqiban. Inilah yang membedakan dengan pelajar lain selain NU. Sanadnya sampai kepada KH. Hasyim Asy’ari, terlebih lagi yang membedakannya adalah akhlak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PAC IPNU Sukmajaya, Habil Aulia Mufa, menyampaikan bahwa peringatan harlah bukan sekadar seremoni, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan arah perjuangan organisasi.

“Peringatan Harlah IPNU dan IPPNU hari ini menjadi momentum untuk meneguhkan arah perjuangan. Rangkaian kegiatan yang kami selenggarakan mulai dari berbagi takjil, dzikir dan doa, seremonial harlah, hingga buka bersama tentu bukan tanpa maksud dan tujuan. Kami ingin menanamkan bahwa kader IPNU-IPPNU harus hadir memberi manfaat, menguatkan spiritualitas, serta menjaga kebersamaan sebagai fondasi organisasi,” ungkapnya.

Ia berharap, di usia ke-72 IPNU dan ke-71 IPPNU, organisasi semakin matang dalam memegang nilai-nilai perjuangan, semakin solid dalam gerakan, dan tetap relevan dalam mengabdi bagi umat serta generasi muda.

Kontributor: Aditya Ishlahuddin
Editor: Achmad Subakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *