Kudus, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU bersama IPPNU Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus menggelar Pelantikan XX dan Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) I sebagai momentum awal meneguhkan komitmen kepengurusan masa khidmah 1447–1449 H / 2026–2028 M.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (12-09), bertempat di Graha Idola, Gebog, Kudus, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Mengusung tema, “Loyal, Komitmen, Bertanggungjawab”, kegiatan ini menjadi momentum penting jajaran pengurus baru untuk mengawali pengabdian dengan semangat kaderisasi, kebersamaan, dan tanggung jawab organisasi.
Pelantikan bukan sekadar prosesi pergantian atau pengukuhan kepengurusan. Lebih dari itu, pelantikan menjadi ikrar kesiapan kader untuk mengabdikan diri kepada organisasi, pelajar, dan masyarakat. Amanah yang diterima diharapkan mampu diwujudkan melalui kerja nyata, serta program-program yang bermanfaat bagi perkembangan IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog.
Ketua PC IPPNU Kabupaten Kudus, Nailil Chusna, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi tidak boleh hanya bergantung pada beberapa orang, atau hanya berjalan di tangan pimpinan. Menurutnya, seluruh pengurus yang telah diberi amanah harus memiliki peran aktif sesuai dengan potensi dan sumber daya manusia yang dimiliki.
“Kepengurusan bukan berdiri hanya ketua. Kami tidak berharap yang aktif hanya 10 atau 5 orang. Harapan kami, semua pengurus bisa aktif dan memanfaatkan SDM yang ada. Organisasi bukan hanya pimpinan yang berjalan, tetapi semuanya harus bergerak bersama,” tutur Nailil.
Ia juga menekankan bahwa tiga nilai yang diangkat dalam tema kegiatan, yakni loyalitas, komitmen, dan tanggung jawab bukan sekadar rangkaian kata, tetapi harus menjadi karakter yang diimplementasikan oleh setiap pengurus. Menurutnya, tanpa loyalitas, roda organisasi akan sulit berjalan. Begitu pula dengan tanggung jawab dan komitmen yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi hingga akhir masa khidmah.
“Kalau pengurus tidak loyal, pengurus tidak akan berjalan. Apalagi kalau tidak ada tanggung jawab. Kalian adalah orang-orang yang terpilih, maka amanah ini harus dituntaskan sampai akhir,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Alumni PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Gebog, Ali Maghfuri turut menyampaikan pesan kepada kepengurusan baru agar pergantian struktur organisasi tidak menjadi alasan berhentinya semangat perjuangan dan pengabdian.
“Organisasi boleh berganti kepengurusan, tetapi semangat pengabdian harus diwariskan. Pengalaman dan mental wajib tertata,” ujar Ali Maghfuri.
Menurutnya, setiap pergantian kepengurusan merupakan bagian dari proses regenerasi yang harus disikapi dengan kesiapan mental. Pengurus baru tidak hanya dituntut untuk menjalankan program kerja, tetapi juga mampu mengambil pelajaran dari pengalaman para pendahulu untuk kemudian dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi pada zamannya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PAC IPNU Kecamatan Gebog, Nawal Kamali berkomitmen membawa kepengurusan baru agar mampu bergerak secara bersama dan tidak bertumpu pada satu atau dua orang saja.
Menurut Nawal, amanah kepengurusan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan. Setiap pengurus memiliki peran penting dalam menentukan arah gerak organisasi sehingga diperlukan komunikasi, kekompakan, dan kesediaan untuk saling membantu.
“Kami tidak ingin kepengurusan ini hanya berjalan karena beberapa orang. Kepengurusan ini adalah milik kita bersama. Maka, mari kita bergerak bersama, saling menguatkan, saling membantu, dan menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada kita,” ungkap Nawal.
Ia juga mengajak jajaran pengurus menjadikan masa kepengurusannya sebagai ruang belajar, berproses, dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi. Menurutnya, setiap program yang telah dirumuskan melalui Rakerancab harus mampu diterjemahkan menjadi gerakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh kader.
“Setelah pelantikan ini, bukan waktunya hanya berbicara tentang program, tetapi bagaimana program tersebut bisa kita jalankan bersama. Tidak harus sempurna, tetapi harus ada ikhtiar, komunikasi, dan keberanian untuk memulai,” lanjutnya.

Kontributor: M. Khasanul Muna
Editor: Fahri Reza M.
