Purwakarta, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Maniis mengajak pelajar menjadikan organisasi sebagai sarana belajar, membangun karakter, dan mengamalkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar MTs Asy-Syariifiyyah, Jalan Raya Palumbon, Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Kamis (27/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, IPNU-IPPNU Maniis menekankan pentingnya menerapkan nilai akhlak Rasulullah SAW melalui aktivitas pelajar, termasuk dalam berorganisasi. Nilai tanggung jawab, musyawarah, kerja sama, menghargai perbedaan, dan kepedulian sosial dinilai dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter pelajar.
Ketua PAC IPNU Kecamatan Maniis, Radithya Wandyra Ibrahim, mengatakan keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak cukup dipahami melalui peringatan Maulid, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Kalau kita berbicara tentang meneladani Nabi Muhammad SAW, jangan berhenti pada peringatan Maulid. Akhlak Rasulullah harus hadir dalam cara kita berbicara, menghargai orang lain, bertanggung jawab, bermusyawarah, dan memberikan manfaat. Organisasi menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk belajar mempraktikkan nilai-nilai tersebut,” ujar Radithya.
Menurut Radithya, organisasi pelajar bukan sekadar tempat berkumpul atau menjalankan program kerja. Organisasi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar mengenai tanggung jawab dan karakter.
“Pelajar yang berorganisasi sedang belajar menjadi manusia yang mampu bekerja sama dan bertanggung jawab. Di sana kita belajar memimpin tanpa merasa paling tinggi, mengikuti tanpa kehilangan prinsip, berbeda pendapat tanpa bermusuhan, dan berjuang bukan hanya untuk diri sendiri. Nilai-nilai seperti inilah yang sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua OSIS MTs Asy-Syariifiyyah, Zidan Arrizqi, menilai kegiatan organisasi dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk mengembangkan diri sekaligus belajar menerapkan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Menurut saya, organisasi penting bagi pelajar karena kita bisa belajar bertanggung jawab, bekerja sama, berani berbicara, dan menghargai pendapat teman. Kalau nilai-nilai itu kita jalankan dengan baik, organisasi bukan hanya membuat kita aktif, tetapi juga membantu kita menjadi pelajar yang memiliki akhlak yang baik,” ungkap Zidan.
Zidan berharap pelajar tidak memandang organisasi hanya berkaitan dengan jabatan atau kegiatan formal.
“Organisasi seharusnya menjadi tempat untuk belajar dan berkembang bersama. Dari organisasi kita bisa mendapatkan pengalaman yang tidak selalu kita dapatkan di dalam kelas. Semoga semakin banyak pelajar yang berani ikut organisasi dan menjadikannya sebagai tempat untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum bagi pelajar untuk menghubungkan keteladanan Rasulullah SAW dengan kehidupan mereka di sekolah dan organisasi.
Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, menghormati guru, menyayangi sesama, bertanggung jawab, menjaga lingkungan, serta mengambil peran dalam kebaikan.
Melalui organisasi, pelajar juga memiliki ruang untuk belajar bekerja sama, bermusyawarah, memimpin, dan bertanggung jawab. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan diri dan pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: Radithya Wandyra
Editor: Ikbar Zakariya
