Pandeglang, SiRekan
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada peserta didik dinilai berpotensi menimbulkan penyimpangan jika tidak diawasi secara ketat. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pandeglang, Uci, mengingatkan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) agar tidak mengurangi porsi maupun menurunkan kualitas makanan demi keuntungan pribadi.
Uci menegaskan, anggaran Rp10 ribu per porsi yang dialokasikan pemerintah telah melalui perhitungan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian peserta didik. Karena itu, ia meminta pelaksana program tidak menyalahgunakan anggaran, terutama dalam pengadaan bahan baku.
“Anggaran itu sudah dihitung agar anak-anak mendapatkan asupan bergizi. Jangan sampai ada pengurangan bahan atau markup pembelanjaan,” ujarnya, Senin (27/2/2026).
Selain potensi pengurangan porsi, ia juga menekankan pentingnya pengawasan kualitas makanan yang dibagikan ke sekolah-sekolah. Menurutnya, pelaksanaan MBG jangan sampai memunculkan persoalan baru yang membahayakan kesehatan siswa.
“Bukan hanya jumlahnya, kualitas juga harus dijaga. Jangan sampai ada makanan basi atau kasus keracunan yang merugikan peserta didik,” tegasnya.
Ia menilai MBG merupakan program strategis untuk meningkatkan status gizi, kesehatan, dan konsentrasi belajar pelajar. Apabila porsi atau mutu makanan dikurangi, tujuan utama program berisiko tidak tercapai.
Lebih lanjut, Uci mendorong pengawasan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai elemen, termasuk organisasi pelajar, pihak sekolah, dan masyarakat. Ia bahkan mengusulkan pembentukan satuan tugas (satgas) di setiap dapur penyedia guna memastikan pelaksanaan berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Pengawasan harus dilakukan bersama. Dengan keterlibatan semua pihak, potensi penyimpangan bisa dicegah,” katanya.
PC IPNU Pandeglang, lanjut Uci, menyatakan kesiapan untuk turut mengawal implementasi MBG di lapangan. Ia berharap SPPG menjalankan tugas secara profesional dan terbuka terhadap evaluasi berkala agar program benar-benar memberi manfaat bagi pelajar.
“Kami siap ikut mengawal agar tidak ada pengurangan porsi yang merugikan peserta didik,” pungkasnya.
Kontributor: Uci Nunggala
Editor: Achmad Subakti
