Sampang, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kedungdung melalui Wakil Ketua I Bidang Organisasi menggelar Rapat Evaluasi dan Reshuffle Pengurus di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungdung, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Restrukturisasi Strategis: Menuju Organisasi yang Efektif, Responsif, dan Akuntabel.”
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi terhadap perjalanan kepengurusan PAC IPNU-IPPNU Kedungdung masa khidmat 2025–2027 yang telah memasuki setengah periode. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas kinerja pengurus sekaligus menyusun langkah strategis guna menjaga keberlangsungan organisasi.
Wakil Ketua I Bidang Organisasi PAC IPNU Kedungdung, Rekan Deni Mahmudi, menjelaskan bahwa rapat evaluasi dan reshuffle bukanlah forum untuk mencari kesalahan pengurus, melainkan sarana refleksi bersama guna meningkatkan kualitas organisasi.
“Tujuan rapat evaluasi dan reshuffle ini bukan untuk mencari kesalahan setiap wakil ketua, melainkan mengevaluasi kinerja secara objektif agar organisasi dapat berjalan lebih baik ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti menurunnya tingkat partisipasi pengurus dalam berbagai kegiatan organisasi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar semangat berkhidmat dapat kembali tumbuh di kalangan pengurus.
“Kita bisa melihat sendiri, pengurus yang hadir hari ini hanya sebagian kecil. Padahal saat pelantikan jumlah pengurus mencapai 68 orang. Ini menjadi bahan evaluasi bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PAC IPNU Kedungdung, Rekan Helmi, menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam proses pengembangan organisasi. Menurutnya, setiap organisasi pasti memiliki kekurangan yang harus diperbaiki melalui musyawarah dan keterbukaan.
“Tidak ada sesuatu yang sempurna. Pasti ada kekurangan yang perlu dibenahi. Untuk menyatukan kembali sinergi dan langkah organisasi ke depan, maka rapat evaluasi seperti ini sangat diperlukan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya ditujukan kepada jajaran pengurus, tetapi juga kepada pimpinan organisasi, baik Ketua IPNU maupun Ketua IPPNU.
“Rapat evaluasi ini bukan hanya untuk pengurus, tetapi juga untuk kami selaku ketua. Silakan rekan dan rekanita menyampaikan masukan, kritik, maupun keluh kesahnya agar organisasi ini bisa berkembang bersama,” katanya.
Lebih lanjut, Helmi menekankan bahwa rapat evaluasi dan reshuffle harus dimaknai sebagai ruang untuk mencari solusi, bukan saling menyalahkan.
“Forum ini bukan ajang saling menyalahkan. Apa yang masih kurang kita carikan solusi bersama, dan apa yang perlu diperbaiki akan kita benahi demi kemajuan organisasi,” pungkasnya.
Melalui forum tersebut, PAC IPNU-IPPNU Kedungdung melakukan restrukturisasi kepengurusan dengan mereshuffle sebanyak 13 pengurus IPNU dan 7 pengurus IPPNU. Selain itu, organisasi juga menambah 2 pengurus baru IPNU dan 2 pengurus baru IPPNU sebagai bagian dari upaya penyegaran dan penguatan struktur organisasi.
Diharapkan, hasil evaluasi dan reshuffle ini mampu meningkatkan soliditas kepengurusan, memperkuat budaya kerja organisasi, serta mengembalikan semangat kader dalam menjalankan amanah dan khidmat di lingkungan PAC IPNU-IPPNU Kedungdung.
Kontributor: Zeinal Abidin
Editor: Achmad Subakti
