Merawat Jejak, Menjaga Arah: Pesan Alumni untuk Masa Depan IPNU–IPPNU Sariwangi

Tasikmalaya, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sariwangi menggelar talkshow organisasi dalam rangka tasyakur Hari Lahir IPNU dan IPPNU pada Minggu (8/3/2026) di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Sariwangi. Kegiatan ini menghadirkan para alumni dari berbagai generasi yang pernah aktif dalam perjalanan IPNU–IPPNU di Sariwangi.

Talkshow tersebut menjadi ruang pertemuan lintas generasi untuk membuka kembali jejak sejarah organisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Sariwangi. Para alumni berbagi pengalaman mengenai dinamika organisasi pada masa mereka, mulai dari proses kaderisasi, kegiatan pelajar, hingga tantangan menjaga eksistensi organisasi di tengah perubahan zaman.

Melalui berbagai cerita tersebut, kader yang saat ini aktif di kepengurusan dapat memahami bahwa perjalanan IPNU–IPPNU di Sariwangi dibangun dari semangat pengabdian yang panjang. Setiap periode kepengurusan memiliki dinamika perjuangan tersendiri, namun semuanya berangkat dari tujuan yang sama, yakni membangun wadah pembinaan pelajar Nahdlatul Ulama yang berlandaskan nilai keilmuan, keislaman, dan kebangsaan.

Dalam kesempatan tersebut, Deri Mauludin selaku Ketua PAC IPNU Sariwangi periode 2017–2019 menyampaikan pesan kepada kepengurusan PAC IPNU–IPPNU Sariwangi yang akan datang. Ia menegaskan bahwa organisasi tidak hanya dijaga melalui program kerja, tetapi juga melalui kesadaran kolektif untuk merawat nilai, tradisi, serta semangat perjuangan yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Menurutnya, IPNU–IPPNU harus tetap menjadi ruang belajar bagi pelajar untuk mengenal tanggung jawab, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader yang diberi amanah kepengurusan sejatinya sedang melanjutkan estafet perjuangan yang telah dimulai oleh para pendahulu.

“Organisasi ini tidak lahir dalam ruang kosong. Ia tumbuh dari kerja keras banyak generasi yang mengorbankan waktu, tenaga, dan pikirannya. Maka kepengurusan yang akan datang harus mampu menjaga arah perjuangan ini agar tidak kehilangan nilai dan tujuan,” ungkapnya.

Ia berharap kepengurusan PAC IPNU–IPPNU Sariwangi di masa mendatang mampu menjaga solidaritas kader, memperkuat kaderisasi, serta menjadikan organisasi sebagai ruang tumbuh bagi pelajar Nahdlatul Ulama.

Melalui kegiatan tersebut, semangat kebersamaan antara kader aktif dan para alumni kembali terbangun. Talkshow ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah organisasi tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dijaga dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Di tengah perubahan zaman, pesan para alumni menjadi pengingat bahwa masa depan IPNU–IPPNU Sariwangi akan sangat ditentukan oleh kesungguhan kader hari ini dalam menjaga nilai perjuangan, memperkuat kaderisasi, serta merawat organisasi sebagai rumah belajar bagi para pelajar Nahdlatul Ulama.

Kontributor: Muhammad Fauzan
Editor: Achmad Subakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *