Lahirnya Generasi NU Kontemporer Kota Kediri

Pelantikan Pimpinan Cabang IPNU–IPPNU Kota Kediri masa khidmat 2025–2027 pada Minggu, 2 November 2025, bukan sekadar seremonial pergantian estafet. Ia adalah manifestasi nyata dari semangat “Empowering, Initiative, Designing the Future” yang diusung. Acara ini membuktikan bahwa kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama mampu bersanding antara kedalaman tradisi dan keberanian menyongsong modernitas.

Kombinasi antara gending Jawa, kirab budaya, salawat, dan videotron animatif, seperti yang diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri menjadi keunikan yang patut diapresiasi. IPNU–IPPNU Kota Kediri, Moh. Anang Kurniawan, telah menemukan formula jitu, yaitu tradisi dijadikan platform, bukan malah belenggu. Kreativitas ini menegaskan jati diri pelajar NU yang mampu mengkolaborasikan kearifan lokal, tanpa kehilangan identitas keislaman.

Sesi talkshow menjadi inti giat intelektual yang sangat relevan. Sorotan Gus Haidar (PP IPNU) tentang pergeseran minat dari organisasi ke komunitas adalah tamparan realistis bagi IPNU–IPPNU untuk beradaptasi. Organisasi harus bertransformasi menjadi ruang yang menyenangkan, fokus pada soft skill, dan inklusif, alih-alih hanya formalitas.

Sementara itu, pesan dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aufar Zhafiri, menegaskan pentingnya identitas organisasi dan peran strategis dalam kebijakan publik (APBD/APBN). Ini adalah panggilan bagi kader untuk tidak hanya berdiskusi di internal, tetapi juga terlibat aktif dalam ranah good governance.

Yang paling mengena adalah sebuah kutipan refleksi dari Walikota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, “Mengurus organisasi adalah mencari keberkahan.” Pesan ini menyuntikkan ruh spiritual di tengah hiruk-pikuk agenda. Ia mengingatkan bahwa di era yang rentan terhadap krisis moral dan fokus materi, tujuan utama berorganisasi haruslah manfaat untuk orang lain (uswatun hasanah) dan pencarian keberkahan.

Kesimpulannya, pelantikan PC IPNU–IPPNU Kota Kediri 2025–2027 telah melahirkan generasi pelajar NU kontemporer. Mereka adalah kader yang siap menjawab tantangan AI dan digitalisasi, tetapi memegang teguh akhlakul karimah yang diikat melalui doa khidmat. Ini adalah awal yang menjanjikan bagi masa depan organisasi pelajar di Kota Kediri.

Penulis: Ramadani Limawan Prayogo & Adelia Sayidina Putri

Editor: Fahri Reza M.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *