Malang, SiRekan
Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Malang menggelar Training of Facilitator Komisariat (TOFK) II pada (26-27/09/2026) di MA Al-Ittihad, Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan yang diikuti kader yang diproyeksikan menjadi penggerak kaderisasi komisariat ini digelar untuk memperkuat kemampuan fasilitator dalam membaca persoalan, mendampingi kader, dan mengembangkan proses kaderisasi di sekolah maupun madrasah.
Mengusung tema “Meneguhkan Arah, Menyesuaikan Langkah: Fasilitator dalam Dinamika Kaderisasi Komisariat”, TOFK II merupakan kelanjutan dari proses yang sebelumnya dibangun melalui TOFK.
Jika pada tahap awal peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar fasilitasi dan penguatan komisariat, tahap kedua diarahkan pada kemampuan peserta dalam membaca persoalan, mendampingi kader, dan menggerakkan proses kaderisasi di lapangan.
Dalam organisasi IPNU-IPPNU, komisariat menjadi ruang yang dekat dengan pelajar dan lingkungan pendidikan. Di tingkat komisariat, kader mulai berinteraksi dengan organisasi, mengenal nilai-nilai ke-NU-an, belajar berorganisasi, dan mengembangkan diri.
Namun, pembentukan komisariat tidak serta-merta menjamin kaderisasi berjalan. Komisariat yang memiliki struktur kepengurusan tetapi tidak menjalankan proses kaderisasi akan menghadapi tantangan dalam mengembangkan organisasi.
Karena itu, diperlukan fasilitator yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga mampu mendampingi proses kaderisasi di lapangan.
Fasilitator dituntut mampu menghubungkan gagasan kaderisasi dengan kondisi di lapangan, mulai dari membaca kebutuhan kader, memahami karakter lingkungan, membangun komunikasi, hingga membantu komisariat menentukan pola pengembangan yang sesuai.
TOFK II mempertemukan kader yang diproyeksikan menjadi bagian dari penggerak kaderisasi komisariat. Sejumlah tokoh dan kader turut memberikan perspektif dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dr. Mufarrikhul Hazin, M.Pd., Sekretaris Umum PP IPNU periode 2019-2022; Mas Syifa’ul Mukminin, S.Pd., Wasek LP Ma’arif PWNU Jawa Timur; Rekan Stevan Akbar, Ketua PC IPNU Kabupaten Malang; dan Rekanita Fairuz Zulfa Nailun Nafi’, Ketua PC IPPNU Kabupaten Malang, serta kader dan pengurus lainnya.
Rangkaian materi tidak hanya diarahkan pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan cara pandang peserta dalam menghadapi persoalan kaderisasi di tingkat komisariat.
Hal itu karena kebutuhan setiap komisariat berbeda. Ada komisariat yang membutuhkan penguatan kaderisasi, pendampingan organisasi, atau upaya membangun kembali semangat kader setelah terbentuk.
Karena itu, fasilitator perlu mampu menyesuaikan pendekatan dengan kondisi masing-masing komisariat tanpa menghilangkan arah kaderisasi.
Hal tersebut sejalan dengan tema “Meneguhkan Arah, Menyesuaikan Langkah.” Arah kaderisasi tetap menjadi pijakan, sedangkan langkah dan pendekatannya disesuaikan dengan kondisi di masing-masing basis.
Pelaksanaan TOFK II selama dua hari bukan menjadi akhir dari proses kaderisasi. Peserta diharapkan membawa pengetahuan dan perspektif yang diperoleh selama kegiatan untuk diterapkan ketika kembali ke wilayah masing-masing.
Peserta diproyeksikan mengambil peran dalam mendampingi komisariat di sekolah maupun madrasah, memetakan kebutuhan kader, serta mengawal proses kaderisasi.
Mereka juga diharapkan menjadi bagian dari proses lahirnya kader-kader baru IPNU-IPPNU Kabupaten Malang.
Dengan demikian, TOFK II menjadi bagian dari proses kaderisasi yang menghubungkan fasilitator dengan komisariat dan pengembangan kader baru.
Pada akhirnya, keberadaan komisariat tidak hanya berkaitan dengan pembentukan struktur organisasi, tetapi juga keberlangsungan proses kaderisasi di dalamnya.
Kontributor: Moh. Maulidin
Editor: Ikbar Zakariya
