Sumenep, SiRekan
Semangat perubahan menggema dalam penutupan kegiatan LAKMUD ISTIMEWA 2026 yang digelar IPNU-IPPNU PKPT Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Minggu (24/5/2026) pagi di MWC NU Lenteng.
Kegiatan kaderisasi tersebut ditutup pada pukul 06.00 WIB dengan dihadiri jajaran PC IPNU dan PC IPPNU Sumenep, anggota CBP KPP Kabupaten Sumenep, serta puluhan peserta yang mengikuti proses kaderisasi selama beberapa hari terakhir.
Suasana penutupan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian akhir kegiatan yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter kader muda Nahdlatul Ulama.
Ketua PKPT IPNU Universitas PGRI Sumenep, Moh Ali Banun Kalim, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk tidak takut menghadapi proses perjuangan dalam organisasi maupun kehidupan.
“Berani memulai, berani gagal, dan berani berhasil. Keberhasilan lahir dari keberanian menghadapi proses,” ujarnya di hadapan peserta.
Menurutnya, kaderisasi tidak boleh berhenti pada seremoni atau sekadar formalitas. Ia menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU membutuhkan kader yang mampu menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Kader IPNU-IPPNU jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus menjadi pencipta peradaban,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kader muda NU dituntut adaptif menghadapi perkembangan zaman, sekaligus mampu menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan sosial dan organisasi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi tentang kepemimpinan, keorganisasian, kaderisasi, hingga seminar perjuangan. Seluruh rangkaian dirancang untuk membentuk kader yang militan, berintegritas, dan memiliki visi masa depan.
Melalui LAKMUD ISTIMEWA 2026, PKPT IPNU-IPPNU UPI Sumenep berharap lahir generasi muda NU yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Kontributor: –
Editor: Ikbar Zakariya
