Mojokerto, SiRekan
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Uluwiyah (UNU) Mojokerto menggelar Pelantikan dan Rapat Kerja Komisariat (Rakerkom) VII Masa Khidmat 2026-2027 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional di Graha MWCNU Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Ahad (31/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal kepengurusan baru dalam meneguhkan arah gerak organisasi, khususnya pada penguatan kaderisasi di tingkat komisariat. Mengusung tema “Kader Tangguh, Organisasi Tumbuh”, acara ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif kader dalam menjawab tantangan zaman.
Ketua PK IPNU UNU Mojokerto, Nur Ahmad Aditiya, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal tanggung jawab organisasi. Menurutnya, kader yang tangguh menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Kader harus memiliki integritas, loyalitas, dan kesiapan beradaptasi. Dari situ, organisasi akan berkembang dengan arah yang jelas,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina PK IPNU UNU Mojokerto, Dr. Hari Prastyo, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa organisasi harus dimaknai sebagai ruang pembelajaran sekaligus pengabdian. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kapasitas intelektual dan kekuatan moral-spiritual dalam membentuk karakter kader.
“IPNU-IPPNU bukan hanya tempat berorganisasi, tetapi juga tempat menempa diri agar siap berkontribusi bagi umat dan bangsa dengan tetap berpegang pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ungkapnya.
Direktur Lembaga Kaderisasi dan Pengembangan Terpadu (LKPT) PC IPNU Kabupaten Mojokerto, Muhammad Hafiz Amri, menyoroti peran strategis komisariat dalam proses kaderisasi. Menurutnya, keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kader yang dibina secara sistematis dan berkelanjutan.
“Rakerkom harus mampu melahirkan program kerja yang konkret dan berdampak, sehingga kaderisasi tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar berjalan,” tegasnya.
Sebagai penguatan wawasan, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan dua narasumber. Dosen UNU Mojokerto, Afidatussholikha, S.Ag., M.Pd.I., menekankan pentingnya membangun kader yang utuh, baik dari sisi intelektual, spiritual, maupun sosial.
“Kader IPNU-IPPNU harus mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan identitas ke-NU-annya,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Majelis Alumni PC IPNU Kabupaten Mojokerto, Ahmad Rifki, M.Pd., menambahkan bahwa ketangguhan kader dibentuk melalui konsistensi dalam berproses di organisasi. Ia juga mendorong kader untuk aktif membangun jejaring dan memperluas kontribusi di tengah masyarakat.
“Organisasi akan tumbuh jika kadernya bergerak, solid, dan memiliki orientasi yang jelas dalam pengabdian,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi. Melalui momentum tersebut, PK IPNU-IPPNU UNU Mojokerto diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan kader-kader yang tangguh, progresif, dan berdaya saing.
Kontributor: Nur Ahmad Aditiya
Editor: Achmad Subakti
