Dies Maulidiah Ke-2 PKPT IPNU IPPNU UNIQHBA–IAIQH Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Perjuangan

SiRekan, Lombok Tengah

PKPT IPNU IPPNU UNIQHBA–IAIQH sukses menggelar kegiatan Dies Maulidiah Ke-2 dengan mengusung tema “Menjaga Ritme Perjuangan Menebar Manfaat Untuk Peradaban.” Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan dihadiri kader, alumni, pembina, serta tamu undangan lainnya.
Acara diawali dengan pembacaan doa dan rangkaian pembukaan yang berlangsung penuh kekeluargaan. Momentum Dies Maulidiah yg ke 2 ini menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi sekaligus penguatan komitmen kader dalam melanjutkan perjuangan IPNU dan IPPNU di lingkungan kampus UNIQHBA–IAIQH.
Di sela-sela kegiatan, Pondok Pesantren Qomarul Huda Badaruddin Bagu juga menerima kunjungan tim survei dari PBNU dalam rangka persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Kedatangan tim survei tersebut didampingi oleh Dr. Hj. Umy Baiq Idayatul Aini, M.Hi., serta Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag selaku Ketua Tanfidziyah PWNU NTB sekaligus Rektor UIN Mataram. Turut hadir pula Ketua GP Ansor NTB, Dr. Irpan Suriadiata, S.H.I., M.H. Kehadiran rombongan tersebut menjadi perhatian tersendiri dan menambah semangat para kader serta peserta kegiatan.
Ketua PKPT IPNU UNIQHBA–IAIQH, Budi Riski Saputra, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Dies Maulidiah bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat solidaritas kader serta menjaga semangat perjuangan organisasi.
“Dies Maulidiah yg ke 2 ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kader harus terus hidup. Kami berharap seluruh kader tetap menjaga ritme perjuangan, memperkuat loyalitas organisasi, dan terus menebar manfaat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina PKPT IPNU UNIQHBA–IAIQH, Bapak Suhirman Zohdi, M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader yang terus aktif menghidupkan organisasi di lingkungan kampus. Ia berpesan agar kader IPNU dan IPPNU mampu menjadi generasi yang berintegritas, berilmu, serta tetap menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
“Organisasi ini adalah ruang belajar dan pengabdian. Jadilah kader yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata untuk kampus, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.
Senada dengan itu, Pembina PKPT IPPNU UNIQHBA–IAIQH, Ustazah Madian Putri Mp.d, menyampaikan bahwa kader perempuan harus terus meningkatkan kualitas diri dan keberanian dalam mengambil peran di tengah perkembangan zaman.
“Kader IPPNU harus menjadi perempuan yang cerdas, mandiri, dan mampu menjaga marwah organisasi. Semangat belajar dan semangat berproses harus terus dijaga,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Demisioner PKPT IPNU UNIQHBA-IAIQH 2024-2025 Muhammad Ardhi Hermawan, turut menyampaikan harapannya agar kaderisasi dan semangat perjuangan organisasi tetap terjaga dari generasi ke generasi.
“Perjalanan organisasi tentu tidak selalu mudah, namun dengan kebersamaan dan semangat perjuangan, IPNU dan IPPNU akan terus tumbuh dan memberikan manfaat yang luas. Jangan pernah lelah berproses dan menjaga nama baik organisasi,” sampainya.
Kegiatan Dies Maulidiah Ke-2 ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan serta komitmen kader dalam melanjutkan perjuangan organisasi ke depan.

Kontributor: Muhammad Ardhi
Editor: Aji Santoso
Foto: PKPT IPNU IPPNU UNIQHBA–IAIQH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *