Tak Sekadar Berorganisasi, Ketua PC IPNU Kabupaten Malang Ajak Pelajar NU Kalipare Berkhidmah

Malang, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kalipare melantik pengurus masa khidmat 2026–2028 di Pendopo Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Minggu (11/10/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penguatan kaderisasi dan pengabdian pelajar Nahdlatul Ulama (NU), dengan Ketua PC IPNU Kabupaten Malang, Steven Akbar Pratama, menekankan pentingnya khidmah atau pengabdian dalam berorganisasi.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Connecting Young Minds, Innovating the Future of NU Youth” dan dihadiri unsur Muspika Kecamatan Kalipare, jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kalipare, badan otonom dan lembaga NU, PMII Kabupaten Malang, serta perwakilan OSIS, OSIM, dan OSTRAMA se-Kecamatan Kalipare.

Dalam sambutannya, Steven mengangkat falsafah man khadama khudima, yang bermakna barang siapa mengabdi, ia akan mendapatkan pengabdian pula. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan motto IPPNU, yakni belajar, berjuang, dan bertakwa.

Ia menekankan bahwa berorganisasi bukan sekadar menjalankan jabatan atau mengikuti kegiatan, melainkan juga kesediaan untuk melayani dan memberikan manfaat bagi organisasi serta masyarakat.

Steven juga mengajak para pelajar NU untuk terus belajar sepanjang hayat melalui prinsip minal mahdi ilal lahdi, yang berarti belajar dari buaian hingga liang lahat. Semangat belajar, berjuang, dan bertakwa, menurutnya, perlu diwujudkan melalui pengabdian yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua PAC IPNU Kalipare yang baru dilantik, Syafi’udin, menyebut IPNU-IPPNU sebagai pintu awal kaderisasi di lingkungan NU. Karena itu, para pelajar membutuhkan pendampingan agar tumbuh menjadi kader yang memiliki komitmen terhadap agama dan bangsa.

Syafi’udin menjelaskan bahwa latar belakang pelajar bergabung dengan IPNU-IPPNU beragam. Ada yang mengikuti organisasi karena arahan sekolah, ajakan teman, dorongan keluarga, hingga keinginan pribadi untuk berkhidmat.

“Dari banyaknya alasan awal mereka ikut IPNU-IPPNU, kita harus mengayomi mereka perlahan, menyatukan dan meluruskan tujuan untuk berkhidmat kepada bangsa dan agama,” ujar Syafi’udin.

Ia menegaskan bahwa proses kaderisasi tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan MWC NU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, badan otonom dan lembaga NU lainnya, serta pemangku kepentingan pemerintahan diperlukan untuk mendampingi pelajar dalam berorganisasi.

Ketua MWC NU Kalipare, Mashudi, turut berpesan agar pengurus yang baru dilantik tetap bersemangat dan optimistis dalam menjalankan organisasi. Ia juga mendorong pengurus menyusun program kerja yang merata dan berorientasi pada pengabdian.

Sementara itu, Camat Kalipare menyampaikan pentingnya keterlibatan pemuda dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap organisasi kepemudaan dapat menjadi bagian dari upaya menyelesaikan persoalan masyarakat secara baik dan cepat.

Pada akhir sambutannya, Syafi’udin kembali mengajak para pelajar NU untuk terus belajar sepanjang hayat. Ia mengingatkan bahwa selama masih hidup, setiap kader memiliki tanggung jawab untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.

Melalui kepengurusan masa khidmat 2026–2028, PAC IPNU-IPPNU Kalipare diharapkan dapat memperkuat kaderisasi, menumbuhkan semangat belajar dan berjuang, serta meningkatkan pengabdian pelajar kepada agama, organisasi, dan masyarakat.

Kontributor: Tio Febrian
Editor: Ikbar Zakariya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *