Sumenep, SiRekan
Bertempat di Aula BAPPEDA Sumenep, kegiatan Closing Ceremony Khidmah Ramadhan Bersama (KRB) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas PGRI (UPI) Sumenep berlangsung meriah dan penuh khidmat pada Ahad (8/3/2026) pukul 15.00 hingga 18.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur kader dan tamu undangan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh pihak BAPPEDA Sumenep selaku tuan rumah, pembina, alumni, dewan juri lomba, para juara Ramadhan Competition, PC IPNU–IPPNU Sumenep, PKPT se-Madura, serta PAC se-Kabupaten Sumenep. Kehadiran berbagai elemen ini menjadikan kegiatan sebagai ruang silaturahmi sekaligus penguatan jaringan kaderisasi.
Rangkaian kegiatan closing ceremony meliputi penutupan program KRB, Ramadhan Public Lecture, pembagian hadiah lomba, penyerahan cinderamata kepada para juri, buka puasa bersama kader dan alumni, serta Forum Sinergi Alumni.
Pada sesi Ramadhan Public Lecture, panitia menghadirkan pemateri Abuzairi (Pengurus PP IPNU 2019) dan Achmad Rahmatullah (Sekretaris PW IPNU Jawa Timur) dengan moderator Febriyanto (Pengurus PC IPNU Sumenep). Diskusi tersebut membahas pentingnya penguatan intelektual kader serta peran generasi muda dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan para pemenang Ramadhan Competition PK IPNU–IPPNU UPI Sumenep 1447 H yang meliputi beberapa kategori lomba, yakni Musabaqah Qiraatil Kitab (MQK) se-Kabupaten Sumenep, Lomba Baca Puisi se-Madura, Lomba Da’i Virtual (LDV) se-Madura, dan Lomba Esai se-Madura.
Ketua PK IPNU UPI Sumenep, Moh. Ali Banun Kalim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pemenang sekaligus menekankan bahwa kemenangan bukanlah akhir dari perjuangan.
“Selamat kepada para juara Ramadhan Competition. Semoga perjuangan kalian tidak berhenti di sini, tetapi terus melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dan memberi manfaat bagi masyarakat. Harlah IPNU ke-72 dan IPPNU ke-71 harus menjadi momentum refleksi bagi kader, apakah kita telah berhasil mewujudkan tujuan organisasi atau justru gagal memaknai perjuangan,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina PK IPNU–IPPNU UPI Sumenep, Muhammad Romli, menegaskan pentingnya membangun budaya literasi dan produktivitas di kalangan kader.
“Kader PK IPNU–IPPNU UPI harus menjadi kader yang produktif dan gemar membaca. Organisasi ini bukan hanya sebagai wadah Islamiah, tetapi juga ruang kaderisasi untuk melahirkan generasi yang peka terhadap perkembangan zaman dan mampu menjadi penentu arah masa depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Khidmah Ramadhan Bersama, PK IPNU–IPPNU UPI Sumenep berharap dapat memperkuat nilai keilmuan, kaderisasi, dan pengabdian sosial, sehingga kader tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan masa depan bangsa.
Kontributor: Riski Maulana Ilham
Editor: Achmad Subakti
