Resmi Dibuka, Konfercab PC IPNU IPPNU Kota Yogyakarta Usung Semangat Legasi Berkelanjutan

Yogyakarta, Sirekan
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Yogyakarta resmi membuka perhelatan Konferensi Cabang (KONFERCAB) pada Sabtu (19/9) bertempat di Balai Kemensos RI Yogyakarta.

Pembukaan forum permusyawaratan tertinggi tingkat cabang ini menandai dimulainya rangkaian agenda yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu-Ahad, (19-20/09/2026) guna menentukan arah gerak dan kepemimpinan baru organisasi.

Mengusung tema “Merancang Masa Depan demi Warisan Berkelanjutan”, acara pembukaan berlangsung khidmat dan diawali dengan penampil seni bela diri Pencak Silat Pagar Nusa SMA Islam Darussalam. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta, perwakilan Kementerian Agama, Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU DIY, Badan Otonom NU, PD IPM Kota Yogyakarta, serta puluhan utusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kota Yogyakarta dan PC IPNU-IPPNU se-DIY.

Dalam sambutannya, Ketua PC IPPNU Kota Yogyakarta, Nina Rojanah, menegaskan bahwa KONFERCAB bukan sekadar ajang perumusan figur kepemimpinan baru, melainkan rumusan konsep strategis sebagai pijakan arah perjalanan kepengurusan mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PC IPNU Kota Yogyakarta, Dani Imam Nugroho, menekankan posisi vital IPNU-IPPNU dalam struktur Nahdlatul Ulama.

“Perjuangan tidak pernah diukur dari kesempurnaan hasil, melainkan dari keberanian untuk terus melangkah saat jalan terasa tidak mudah. IPNU-IPPNU ini adalah gerbang awal mulainya perjuangan di struktural NU, maka ada beban besar di pundak kita semua bahwa NU secara struktural akan dikenal di gerbang IPNU-IPPNU ini,” terang Dani Imam Nugroho, Ketua PC IPNU Kota Yogyakarta

Dukungan dan apresiasi tinggi disampaikan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan. Dalam pengarahannya, beliau menyoroti keberhasilan regenerasi kader sebagai indikator utama kepemimpinan yang ideal dalam sebuah organisasi.

“Ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya diukur dari apa yang dicapai selama menjabat, melainkan sejauh mana ia mampu melahirkan generasi penerus yang lebih baik. Kader muda NU harus adaptif terhadap pergeseran zaman dan akselerasi teknologi, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), untuk menunjang efisiensi organisasi dan menyiapkan diri sebagai calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa,” jelasnya.

Usai seremonial pembukaan, rangkaian agenda dilanjutkan dengan Stadium General, Sidang Pleno I (Pembahasan Tata Tertib), Sidang Pleno II (Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Demisioner), serta Sidang Komisi (Organisasi, Kaderisasi, dan Rekomendasi) pada Sabtu sore hingga malam.

Kontributor: Dani Imam
Editor: Cak Ruel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *