Tulungagung, SiRekan
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar Masa Taaruf (MASTA) bagi anggota baru pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Saifuddin Zuhri itu diikuti 121 peserta sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai.
MASTA menjadi momentum awal bagi anggota baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan, nilai, serta arah pengembangan organisasi PK IPNU-IPPNU UIN SATU Tulungagung. Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow.
Rangkaian pembukaan diawali dengan proses check in peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu organisasi, serta sambutan Ketua Pelaksana, Ketua IPNU, dan Pembina PK IPNU-IPPNU UIN SATU Tulungagung, sebelum ditutup dengan doa.
Dalam sambutannya, Pembina PK IPNU-IPPNU UIN SATU Tulungagung Prof Muhammad Muntahibun Nafis, menekankan bahwa keberadaan organisasi tidak hanya diarahkan pada aktivitas kemahasiswaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa salah satu tujuan yang diusung organisasi adalah mensantrikan mahasiswa. Menurutnya, tujuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga nilai dan karakter yang baik.
Abah Nafis, sapaannya, juga mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang baik sekaligus bermanfaat bagi orang lain. “Menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu lebih penting,” pesannya.
Selain itu, ia menekankan bahwa proses berorganisasi dan khidmah dapat menjadi jalan hadirnya keberkahan. Karena itu, keterlibatan anggota dalam berbagai kegiatan organisasi diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai aktivitas rutin, melainkan sebagai proses belajar, mengabdi, dan membangun diri.
Sementara itu, Ketua PK IPNU UIN SATU Tulungagung Masa Khidmah 2023-2024 Achmad Subakti dalam sesi talkshow mengajak peserta melihat kehidupan kampus secara lebih luas, tidak hanya sebagai tempat mengikuti perkuliahan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengembangkan cara berpikir dan membentuk karakter.
“Kampus bukan sekadar tempat datang, kuliah, lalu pulang, melainkan medan tempur pemikiran dan pembentukan karakter,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa menjadi mahasiswa juga berkaitan dengan kemampuan membangun relasi, mencari pengalaman, serta mengembangkan pola pikir melalui berbagai ruang pembelajaran. Organisasi menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar kelas.
“Menjadi mahasiswa adalah tentang mencari ilmu, melatih nalar kritis, dan memperluas relasi serta pengalaman,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan tema Masta 2026 yang menempatkan nalar kritis dan semangat khidmah sebagai bagian dari proses pengenalan anggota baru. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan PK IPNU-IPPNU UIN SATU Tulungagung, tetapi juga diajak memahami nilai yang menjadi dasar dalam proses berorganisasi.
Kontributor: Zuhha Faizzatus Sabily
Editor: Achmad Subakti
