Perkuat Sinergi Ramadan, PAC IPNU–IPPNU Sukmajaya dan Santri Mengglobal Gelar Kajian Fikih Shalat

Depok, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sukmajaya menggelar kajian ilmiah bertajuk Ngaji Moment perdana pada Ramadan, Rabu (25/2/2026). Kegiatan rutin setiap Rabu selepas salat Tarawih ini berlangsung di Masjid Al-Huda Griya Depok Asri, Kelurahan Mekarjaya.

Agenda tersebut merupakan kolaborasi PAC IPNU–IPPNU Sukmajaya, komunitas Santri Mengglobal, serta Remaja Masjid Al-Huda. Program serupa sebelumnya telah digelar pada Ramadan tahun lalu dan kembali dihadirkan sebagai bentuk konsistensi menghadirkan ruang kajian keislaman bagi pelajar dan masyarakat.

Pada edisi perdana, kajian membahas fikih shalat dengan merujuk pada Matan Taqrib karya Abi Syuja’, salah satu kitab dasar dalam mazhab Syafi’i yang banyak dipelajari di pesantren. Materi disampaikan oleh Ustadz Darma Ami Fauzi.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa shalat tidak cukup dipahami sebatas terpenuhinya rukun dan syarat sah secara fikih. Menurutnya, aspek legalitas memang penting, namun esensi shalat terletak pada peningkatan kualitas spiritual dan kekhusyukan.

“Yang lebih utama adalah bagaimana shalat mampu meningkatkan kualitas ruhiyah dan menghadirkan kesadaran dalam setiap gerak dan bacaan,” ujarnya.

Ketua MWC Nahdlatul Ulama Sukmajaya, Ustadz Achmad Fachruddin, dalam sambutannya menekankan shalat sebagai fondasi utama kehidupan beragama. Ia menyebut kerapian dalam menjaga shalat akan berdampak pada kualitas ibadah lainnya.

“Kalau shalatnya terjaga dengan baik, insyaallah ibadah yang lain juga akan mengikuti,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PAC IPNU Sukmajaya, Habil Aulia Mufa, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara organisasi pelajar, ulama, dan remaja masjid di wilayah Sukmajaya, khususnya Mekarjaya.

Ia berharap kajian ini dapat diikuti secara khidmat sehingga materi yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Aditya Ishlahuddin
Editor: Achmad Subakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *