Pekalongan, SiRekan
Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kelurahan Tirto resmi melantik pengurus periode khidmat 2025–2027, setelah agenda tersebut sempat tertunda selama sepekan akibat banjir yang melanda wilayah setempat.
Pelantikan digelar di Masjid Jami’ Khusnul Khuluq di Kelurahan Tirto dan melibatkan puluhan kader IPNU–IPPNU, pengurus ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Tirto, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari ranting tetangga dan juga pimpinan anak cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Pekalongan Barat hingga pimpinan cabang IPNU-IPPNU Kota Pekalongan. Meski dilaksanakan secara sederhana, acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua PR IPNU terlantik, Anwarul Jamal, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum membangun kekompakan organisasi untuk 1 periode kedepan. Ia juga menyampaikan komitmen pengurus baru untuk kembali mengaktifkan kegiatan pelajar yang sempat terhenti akibat banjir.
“Penundaan kemarin justru menjadi pengingat bahwa kader IPNU–IPPNU harus siap menghadapi kondisi apa pun. Kami ingin organisasi ini tetap hidup dan hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Desti Amelia. Menurutnya, Agenda ini merupakan langkah awal untuk menyalakan kembali semangat para pelajar dan pelajar putri Nahdlatul Ulama mulai dari tingkat ranting.
“Pelantikan ini adalah momen awal untuk kami membangun dan mempertahankan semangat para pelajar Nahdlatul Ulama di Kelurahan Tirto,” katanya.
Sementara itu, Ketua NU Ranting setempat mengapresiasi semangat para pelajar yang tetap melanjutkan agenda organisasi di tengah keterbatasan. Ia berharap IPNU–IPPNU mampu menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, serta peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Pelantikan yang sempat tertunda ini, alhamdulillah dapat terlaksana karena kerja keras para panitia sehingga dapat terlaksana walaupun sebagian kecil di wilayah Tirto masih ada yang tergenang,” imbuhnya.
Banjir yang terjadi sepekan sebelumnya menyebabkan sejumlah fasilitas umum dan rumah warga terdampak, termasuk lokasi yang semula direncanakan sebagai tempat pelantikan. Kondisi tersebut membuat panitia memutuskan menunda kegiatan demi alasan kemanusiaan untuk memastikan hadirnya NU untuk masyarakat terlebih dahulu.
Dengan dilantiknya pengurus baru, PR IPNU–IPPNU Kelurahan Tirto diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan kepelajaran di tingkat ranting sekaligus berkontribusi aktif dalam membangun solidaritas sosial masyarakat.
Kontributor: Afif Kamaludin
Editor: Achmad Subakti
