Bantul, SiRekan
Komitmen Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bantul dalam membangun basis kaderisasi yang kuat di akar rumput diwujudkan melalui suksesnya pelaksanaan program wajib (mandatory program) bertajuk Ngaji Kaderisasi.
Berbeda dari konsep terpusat, pelaksanaan program ini diserahkan sepenuhnya kepada 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh Bantul, yang meliputi Sedayu, Imogiri, Dlingo, Jetis, Bambanglipuro, Pleret, Pajangan, Pandak, Pundong, Srandakan, Banguntapan, Piyungan, Kasihan, Sewon, dan Bantul Kota. Rangkaian kegiatan ini dimulai dari PAC Sedayu pada 30 Agustus dan ditutup oleh PAC Bantul Kota pada 19 Oktober 2025.
Koordinator Departemen Kaderisasi PC IPNU Kabupaten Bantul, Rekan Muhammad Ulil Absor, menjelaskan bahwa inisiasi Ngaji Kaderisasi di tingkat PAC didorong oleh kesadaran akan pentingnya peran akar rumput sebagai pelaku utama kaderisasi.
“PAC adalah ujung tombak dalam menjamin keberlanjutan kaderisasi. Pelaksana kegiatan Ngaji Kaderisasi di tingkat PAC adalah alumni Latihan Kader Muda (Lakmud) tahun 2025, yang kini banyak mengisi posisi struktural di PAC. Hal ini membangun kesinambungan antara hasil kaderisasi dan penerapan langsung di lapangan,” jelas Ulil Absor.
Ia menambahkan, tujuan utama program ini adalah menyelaraskan pandangan dan strategi kaderisasi di tingkat PAC, agar seluruh pengurus memiliki kesamaan arah dalam membangun kader IPNU-IPPNU yang solid dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai Aswaja.
“Selama pelaksanaan, tim kaderisasi PC juga melakukan monitoring intensif agar program berjalan optimal,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar konsolidasi, Ngaji Kaderisasi dirancang sebagai wadah strategis yang memberi pengaruh besar terhadap proses pembinaan kader di Bantul. Selain menggencarkan rekrutmen kader baru, forum ini juga berfungsi sebagai ruang diskusi, brainstorming, dan pemecahan masalah di tingkat lokal.
“Setiap PAC didorong untuk memanfaatkan forum ini sebagai ajang pertukaran gagasan dan solusi konkret terhadap berbagai dinamika kaderisasi di wilayah masing-masing. Dengan begitu, peningkatan kualitas dan kuantitas kader dapat berjalan beriringan,” terang Ulil.
Ketua PC IPNU Kabupaten Bantul, Ahmad Najib, menambahkan bahwa kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi antar PAC. Melalui kerja sama lintas wilayah, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan dan solidaritas yang kuat antar kader.
“Kolaborasi dan sinergi bukan sekadar strategi, tetapi kebutuhan organisasi di era saat ini. Dengan keterbukaan dan kerja sama lintas wilayah, IPNU-IPPNU dapat tumbuh lebih adaptif, inklusif, dan berdaya dalam menghadapi tantangan zaman. Sekarang bukan waktunya bersaing, tapi tumbuh bersama menjadi lebih baik,” tegas Najib.
Ia menekankan bahwa semangat “ngaji” bukan hanya tentang belajar teks, tetapi juga membangun konteks sosial, memperkuat jejaring, dan mempererat persaudaraan antarkader.
Melalui proses diskusi yang mendalam dan kolaborasi yang berkesinambungan, diharapkan program wajib Ngaji Kaderisasi ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan mampu melahirkan strategi-strategi bijak dan berkelanjutan bagi pengkaderan di tingkat PAC. Dengan demikian, akan lahir generasi pelajar Nahdliyin yang militan, berintegritas, dan siap mengabdi untuk NU dan bangsa.
Kontributor: Yulia D. Kustari
Editor: Achmad Subakti
