Bantul, SiRekan
Di tengah tantangan menurunnya minat pelajar terhadap organisasi, Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Bantul terus menguatkan langkah kaderisasi. Melalui Latihan Instruktur dan Latihan Pelatih (Latin–Latpel) I serta Pendidikan dan Latihan Madya (Diklatmad) 2025, PC IPNU-IPPNU Bantul menegaskan komitmennya bahwa kaderisasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan fondasi masa depan Pelajar Nahdlatul Ulama.
Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Akar, Menjemput Arah: Transformasi Generasi Nahdliyin di Era Perubahan” ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pundong, Kabupaten Bantul. Diklatmad berlangsung selama empat hari, Kamis–Ahad (25–28/12/2025), sedangkan Latin–Latpel digelar selama tiga hari, Jumat–Ahad (26–28/12/2025).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 24 peserta Latin–Latpel dan 15 peserta Diklatmad, serta menjadi agenda kaderisasi bersama antara PC IPNU-IPPNU Bantul dan Dewan Koordinasi Cabang (DKC) CBP-KPP Kabupaten Bantul.
Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Ulil Absor, menilai Latin–Latpel dan Diklatmad 2025 menghadirkan dinamika baru dalam proses kaderisasi. Menurutnya, kolaborasi dan tekanan selama pelatihan justru melahirkan kader-kader yang lebih matang secara mental dan kepemimpinan.
“Kegiatan ini memberikan warna baru. Kolaborasi mampu mengalahkan ego, dan tekanan justru melahirkan instruktur, pelatih, serta komandan baru yang lebih tangguh,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa status sebagai instruktur dan pelatih bukan sekadar simbol atau gelar administratif.
“Gelar ini bukan atribut semata. Tugas kalian adalah menghidupkan api kaderisasi di tempat bertugas. Jadilah teladan sebelum menjadi pengajar,” pesannya.
Melalui Latin–Latpel dan Diklatmad ini, PC IPNU-IPPNU Bantul menargetkan lahirnya kader yang memiliki kapasitas melatih, mengelola, dan mendinamisir pelatihan sesuai kebutuhan organisasi. Selain penguatan internal, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperluas wawasan pengabdian sosial kemasyarakatan agar kader pelajar NU mampu hadir sebagai solusi di tengah masyarakat.
Ketua PC IPPNU Bantul, Nurul Faroh Almuna, mengungkapkan rasa bangga dan optimisme atas semangat para peserta.
“Saya terharu, bangga, dan semakin optimis. Kaderisasi IPNU-IPPNU di Bantul akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelajar,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting di tengah tantangan era digital dan perubahan minat generasi muda terhadap organisasi.
“Pelatihan ini memperkuat kapasitas kader untuk melanjutkan estafet kaderisasi. Saya optimis Bantul akan terus melahirkan kader yang mampu mensyiarkan Aswaja An-Nahdliyah dengan semangat kepelajaran,” tambahnya.
Faroh juga menekankan pentingnya keseimbangan antara militansi dan moderasi dalam gerakan pelajar.
“Semoga kader yang lahir militan dalam perjuangan, namun tetap moderat dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kaderisasi harus terus dimasifkan dengan strategi yang relevan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PW IPNU Daerah Istimewa Yogyakarta, Rekan Didi Manarul Hadi, menegaskan bahwa masa depan Nahdlatul Ulama sangat ditentukan oleh kualitas pelajar hari ini.
“Pelajar NU hari ini adalah penentu NU di masa depan. IPNU-IPPNU harus menjadi organisasi yang inklusif dan mampu mengayomi berbagai kalangan,” ujarnya.
Ia menilai pelajar NU saat ini mulai menguatkan orientasi capacity building yang menjangkau lintas komunitas, sehingga pengembangan organisasi dapat berjalan lebih progresif. Menurutnya, pelaksanaan Latin–Latpel dan Diklatmad 2025 menjadi bukti bahwa PC IPNU-IPPNU Bantul mampu menjadikan kaderisasi sebagai ruang dialektika antara nilai tradisi dan tuntutan zaman.
Sebagaimana slogan yang kerap digaungkan di kalangan pelajar NU, “Pemuda tidak kalcer jika tidak join IPNU-IPPNU,” kaderisasi menjadi jalan untuk tetap menjaga akar tradisi sekaligus berani menjemput arah perubahan.
Kontributor: Stari
Editor: Achmad Subakti
