Purwakarta, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU–IPPNU Kecamatan Plered menggelar kegiatan Syahriahan bersama Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) dan warga di kediaman Aab, Kampung Cibolang, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi Muhammad Rizky dan Abdul Jalil dari bidang Jaringan Pesantren dan Sekolah (JPS) PAC IPNU Kecamatan Plered tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kaderisasi pelajar dan santri Nahdlatul Ulama (NU).
Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasul, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain menjadi bagian dari upaya merawat tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan antara kader pelajar NU, keluarga besar NU, pesantren, dan masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Aab, selaku tuan rumah sekaligus Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Plered. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran santri dan pelajar NU dalam menghadapi perkembangan zaman.
Menurut Aab, santri dan pelajar NU tidak hanya dituntut memperdalam ilmu agama, tetapi juga perlu memperluas wawasan, menjaga akhlak, serta menyikapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial secara bijak. Generasi muda diharapkan mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Pembinaan generasi muda, lanjutnya, perlu dilakukan melalui pendidikan, organisasi, pesantren, dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, pelajar dan santri tidak hanya memahami nilai-nilai keislaman, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Ketua III bidang Jaringan Pesantren dan Sekolah PAC IPNU–IPPNU Kecamatan Plered, Muhammad Rizky, mengatakan kegiatan Syahriahan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin setiap bulan.
“Harapannya, kegiatan Syahriahan ini dapat terus berjalan setiap bulan dan tidak hanya menjadi pertemuan rutin, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat nilai keagamaan, serta membangun kedekatan antara IPNU–IPPNU, KBNU, pesantren, dan masyarakat. Kami ingin kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi pelajar dan santri NU yang berilmu, berakhlak, dan siap melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama,” ujar Muhammad Rizky.
Ia menambahkan, sinergi antara organisasi pelajar, pesantren, sekolah, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam memperkuat kaderisasi. Melalui komunikasi dan pertemuan yang berkelanjutan, IPNU–IPPNU diharapkan semakin dekat dengan lingkungan pendidikan serta mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi pelajar, santri, dan masyarakat.
Melalui kegiatan Syahriahan ini, PAC IPNU–IPPNU Kecamatan Plered berupaya memperkuat tradisi keagamaan sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya regenerasi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menjaga kebersamaan dan mempersiapkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan semangat Belajar, Berjuang, Bertakwa, dan Bermanfaat, PAC IPNU–IPPNU Kecamatan Plered berkomitmen merawat tradisi, mempererat silaturahmi, dan menyiapkan generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama di tengah perkembangan zaman.
Kontributor: Muhammad Rizky
Editor: Ikbar Zakariya
