Labuapi, Lombok Barat – SiRekan
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Labuapi menggelar Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) ke-IV pada Jumat (11/7/2025). Kegiatan kaderisasi rutin ini bertujuan memperkuat kapasitas dan semangat kompetitif kader di tingkat nasional hingga internasional.
Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren NU Abhariyah, Kecamatan Labuapi, dihadiri oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren NU Abhariyah, Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Lombok Barat, serta Pembina IPNU-IPPNU Kecamatan Labuapi.
MAKESTA IV mengusung tema:
“Meneguhkan Aqidah, Memperkuat Ukhuwah: To Build Empowered Generation”,
yang mencerminkan harapan besar agar kader IPNU dan IPPNU tumbuh menjadi generasi yang kuat dalam akidah, erat dalam ukhuwah, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan umat.
Tema dan Tujuan MAKESTA IV
Panitia menyampaikan bahwa tema ini bukan sekadar slogan, tetapi panggilan untuk menjadikan IPNU dan IPPNU sebagai wadah pembentukan kader yang berakhlak dan berdaya saing tinggi.
Melalui rangkaian kegiatan seperti pengajian, diskusi keorganisasian, dan pelatihan kepemimpinan, para peserta diharapkan memiliki bekal spiritual dan intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman.
Pesan Pengurus dan Pembina
Beberapa tokoh menyampaikan pesan penting bagi seluruh peserta:
Indrawati Wahyu, Pembina PAC IPPNU Labuapi, mengingatkan bahwa kader IPNU-IPPNU harus siap menembus persaingan global.
“Anggota IPNU dan IPPNU harus mampu bersaing! Jangankan di tingkat nasional, kita harus melaju dan bersaing di kancah internasional,” tegasnya.
Kholil Gibran, Ketua PAC IPNU Labuapi, menyampaikan bahwa kualitas kader diukur dari loyalitas dan kontribusinya.
“Kader IPNU-IPPNU yang berkualitas dinilai bukan dari berapa lama ia berorganisasi, tetapi dari loyalitas dan kontribusinya untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.
Ahmad Rizal, Sekretaris PC IPNU Lombok Barat, juga memberikan pesan menyentuh:
“IPNU dan IPPNU bukan milik segelintir orang. Ini adalah wadah kita belajar dan bergerak. Organisasi ini tidak diwariskan otomatis, tapi harus dijaga dan diteruskan oleh kader-kader yang sadar akan tanggung jawab. Jadilah pelita di tengah kegelapan, pelopor yang menyempurnakan cita-cita para ulama.”
Poin-Poin Sorotan Kegiatann
Daya Saing Global: Kader IPNU-IPPNU harus siap bersaing di kancah nasional dan internasional.
Loyalitas & Kontribusi: Kualitas kader ditentukan oleh loyalitas dan peran aktifnya.
Akhlak & Kepemimpinan: Kader harus berakhlak dan siap memimpin perubahan.
Harapan dan Penutup
Sebagai penutup, para pembina mengingatkan bahwa pelajar NU bukan sekadar pelajar biasa, melainkan pewaris perjuangan ulama. MAKESTA ini harus menjadi langkah awal, bukan akhir, dari perjuangan menjadi kader yang berdaya saing dan berprinsip.
Indrawati Wahyu menegaskan bahwa para peserta harus terus mengembangkan diri, menjaga akhlak, dan membawa semangat NU ke ranah global.
Acara ditutup dengan do’a bersama dan harapan agar Allah SWT meridhai setiap langkah perjuangan para pelajar NU di Kecamatan Labuapi.
Kontributor: Arief Fadhillah
Editor: Aji Santoso
Foto: Dok. IPNU-IPPNU Labuapi
