Kediri, SiRekan
Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Kediri melaksanakan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra pada tahun 2025. Kegiatan ini didukung dan difasilitasi Pimpinan Cabang (PC) IPNU–IPPNU Kediri sebagai bagian dari respons organisasi pelajar terhadap persoalan kemanusiaan nasional.
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang dilaksanakan pada 14 Desember 2025 sebagai tindak lanjut dari instruksi resmi PC IPNU–IPPNU Kabupaten Kediri kepada seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Kediri. Instruksi tersebut disampaikan melalui surat resmi organisasi yang mengarahkan kader pelajar untuk terlibat aktif dalam aksi solidaritas kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh dan Sumatra.
Pelaksanaan penggalangan dana dilakukan di depan Kantor Bagawanta Kabupaten Kediri dengan terlebih dahulu memperoleh izin dari pihak pemerintah, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan tata kelola kegiatan di ruang publik. Mekanisme ini menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan dijalankan secara terstruktur, legal, dan bertanggung jawab.
Penyaluran bantuan secara resmi dilaksanakan pada 24 Desember 2025 melalui Kantor BAZNAS Kabupaten Kediri, mengingat keterbatasan akses organisasi untuk menyalurkan bantuan secara langsung. Kerja sama tersebut dipilih untuk memastikan proses distribusi bantuan berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran.
Komandan DKC CBP Kediri, Rekan Rohman, menyampaikan bahwa keterlibatan pelajar dalam aksi kemanusiaan bagi korban banjir di Aceh dan Sumatra merupakan wujud kepekaan sosial yang harus terus dibangun dalam tubuh organisasi pelajar.
“Musibah banjir di Aceh dan Sumatra menuntut respons kolektif. Pelajar sebagai kelompok sosial yang memiliki akses pada pengetahuan dan jaringan organisasi memiliki tanggung jawab moral untuk tidak bersikap pasif terhadap penderitaan di sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan DKC KPP Kediri, Rekanita Miftah, menegaskan bahwa pelaksanaan aksi kemanusiaan ini menjadi sarana pembelajaran sosial bagi kader pelajar dalam memahami realitas kebencanaan dan dampaknya bagi masyarakat.
“Melalui penyaluran bantuan ke Aceh dan Sumatra, kader KPP dilatih untuk memahami bahwa kepedulian sosial bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dukungan PC IPNU–IPPNU Kabupaten Kediri tidak hanya diwujudkan melalui instruksi, tetapi juga melalui penguatan koordinasi dan pendampingan struktural agar kegiatan berjalan secara sistematis dan selaras dengan nilai-nilai keorganisasian.
Melalui rangkaian aksi kemanusiaan ini, DKC CBP-KPP Kediri menegaskan posisi strategis pelajar sebagai agen perubahan sosial yang peka terhadap isu lingkungan dan persoalan kemanusiaan. Kepekaan tersebut menjadi indikator penting bahwa proses kaderisasi tidak berhenti pada aspek intelektual dan organisasi semata, tetapi berorientasi juga pada pembentukan karakter yang responsif, kritis, dan bertanggung jawab terhadap realitas kebangsaan.
Kontributor: Moh. Reno Nur Renata
Editor: Fahri Reza M.
