Sidoarjo, SiRekan
Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Sukodono menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung di Perempatan Dungus, Kecamatan Sukodono, Sabtu (24/10/2026).
Sejumlah kader CBP-KPP turun langsung ke jalan untuk mengajak masyarakat dan pengguna jalan berpartisipasi menyisihkan sebagian rezekinya bagi warga terdampak bencana.
Komandan DKAC CBP Sukodono, Moch Affan Al-Ashfihany, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons nyata kader CBP-KPP terhadap persoalan kemanusiaan. Gagasan penggalangan dana berangkat dari semangat solidaritas dan kepedulian sosial yang kemudian dikoordinasikan bersama PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Sukodono.
“Dalam pelaksanaannya, kami di DKAC CBP-KPP tetap bertindak sebagai penggagas sekaligus pelaksana utama kegiatan di lapangan, mulai dari persiapan, pengoordinasian personel, hingga proses pengumpulan donasi,” ungkapnya kepada Tim LPP PP IPNU, Jumat (30/10/2026).
Affan menjelaskan, Perempatan Dungus dipilih sebagai lokasi penggalangan dana agar kegiatan tersebut dapat menjangkau masyarakat secara langsung. Menurut dia, kepedulian tidak harus diwujudkan melalui langkah besar. Semangat kebersamaan dan gotong royong dapat dimulai dari tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi sesama.
“Kami mengajak pengguna jalan untuk turut memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara yang tengah menghadapi dampak bencana Karhutla,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAC IPPNU Sukodono, Sella Amelia, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif CBP-KPP dalam menggelar aksi penggalangan dana bagi korban karhutla di Kalimantan. Menurut dia, kegiatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai perjuangan IPNU-IPPNU, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Lebih dari sekadar menghimpun bantuan materi, aksi tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi kader CBP-KPP untuk menerapkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, pengabdian, dan solidaritas sosial. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa peran pelajar tidak hanya terbatas pada aktivitas organisasi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami akan selalu support inisiatif aksi ini yang menjadi bagian dari upaya membangun kepekaan sosial kader terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Saya yakin sinergi kita sebagai Pelajar NU mampu memperkuat budaya gotong royong serta mendorong lahirnya gerakan-gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sella berharap dana yang terkumpul dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak karhutla melalui mekanisme yang terkoordinasi dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, bantuan tersebut dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Sebab, sekecil apa pun bantuan yang diberikan dengan ketulusan, akan memiliki arti bagi mereka yang sedang membutuhkan,” pungkasnya.
Kontributor: Maschan Yusuf
Editor: Ikbar Zakariya

