Lewati ke konten
Ruang tumbuh, berkarya, dan berkhidmat bagi pelajar. Dapatkan informasi terbaru seputar Kongres XXI IPNU → @officialkongres_26

Berita

PAC IPNU-IPPNU Maniis Gelar NGARAH, Telusuri Jejak Perjuangan Masyayikh dan Muassis

Maniis, SiRekan

Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Maniis menggelar kegiatan NGARAH (Ngabring Ziarah) ke makam para masyayikh dan muassis Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi bagian dari program kerja organisasi sekaligus rangkaian pra-Masa Kesetiaan Anggota (Makesta).

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejarah perjuangan para tokoh yang berjasa dalam merintis, mengembangkan, dan menyebarkan nilai-nilai ke-NU-an di Kecamatan Maniis. Terdapat sekitar empat titik makam yang menjadi tujuan ziarah, salah satunya makam Almaghfurlah Apih K.H. Hanapi, tokoh yang dikenal memiliki peran penting dalam penyebaran NU di Kecamatan Maniis.

Ketua PAC IPNU Maniis, Radja Radithya Wandyra Ibrahim, mengatakan NGARAH tidak sekadar menjadi agenda ziarah, tetapi juga sarana refleksi bagi calon kader untuk mengenal sejarah dan menghargai perjuangan para pendahulu.

“NGARAH ini merupakan bentuk refleksi dan ikhtiar calon kader untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan para masyayikh dan muassis NU. Kita tidak boleh hanya menikmati hasil perjuangan para pendahulu, tetapi juga harus memahami nilai, pengorbanan, dan semangat khidmah yang mereka wariskan. Sebab, mengenal sejarah adalah salah satu cara untuk merawat identitas dan meneruskan perjuangan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PAC IPPNU Maniis, Cici Fauziah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kesadaran calon anggota yang akan mengikuti Makesta. Menurutnya, kader perlu mengenal organisasi tidak hanya dari sisi struktural, tetapi juga memahami akar sejarah dan nilai perjuangannya.

“Melalui kegiatan NGARAH, kami ingin mengajak calon kader untuk lebih mengenal siapa saja tokoh yang telah berjuang membangun NU di Maniis. Ada sekitar empat titik yang kami ziarahi, salah satunya makam Almaghfurlah Apih K.H. Hanapi. Harapannya, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa hormat, kecintaan, serta kesadaran untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu,” tuturnya.

Selain sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada para pendahulu, NGARAH juga menjadi sarana penguatan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, pengenalan sejarah lokal NU, serta penanaman semangat khidmah kepada calon kader IPNU-IPPNU.

Melalui kegiatan ini, PAC IPNU-IPPNU Maniis berharap proses kaderisasi dapat melahirkan anggota yang tidak hanya mengenal organisasi, tetapi juga memahami sejarah, menghargai perjuangan, dan memiliki tanggung jawab untuk meneruskan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama.

Kontributor: Radithya Wandyra Ibrahim

Editor: Ikbar Zakariya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *