Usai RAPTA, Sodiq Pesan Kader PK IPNU UTM Tetap Jaga Persaudaraan

Bangkalan, SiRekan
Rapat Anggota Tahunan (RAPTA) PK IPNU UTM pada Ahad (6/9/2026) menandai berakhirnya satu periode kepengurusan. Dalam momentum tersebut, Ketua PK IPNU UTM Sodiqul Amin menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh pengurus sekaligus berpesan agar pergantian kepengurusan tidak memutus persaudaraan antarkader.

Sodiq berharap kepengurusan selanjutnya dapat melanjutkan hal-hal baik dari periode sebelumnya, memperbaiki kekurangan, dan membawa PK IPNU UTM menjadi lebih baik.

Dalam sambutannya, Sodiq mengatakan RAPTA bukan sekadar momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenang perjalanan, kebersamaan, serta orang-orang yang telah membersamainya selama satu periode.

“Saya mungkin belum menjadi ketua yang sempurna. Ada banyak kekurangan saya selama satu periode ini. Untuk itu, saya memohon maaf. Tetapi saya bersyukur, karena dalam perjalanan ini saya tidak pernah berjalan sendirian,” ujar Sodiq.

Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah berjalan bersamanya selama satu periode. Menurutnya, setiap proses, perbedaan pendapat, kelelahan, hingga kebersamaan yang dilalui merupakan bagian dari perjalanan organisasi.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman pengurus yang sudah mau berjalan bersama saya selama satu periode ini. Terima kasih sudah bertahan, sudah membersamai, dan sudah memberikan banyak hal untuk organisasi. Kalau selama perjalanan itu ada sikap, perkataan, atau keputusan saya yang kurang berkenan, saya memohon maaf,” tuturnya.

Menurut Sodiq, berakhirnya masa khidmat bukan berarti berakhirnya hubungan antarkader. Regenerasi, kata dia, merupakan bagian dari perjalanan organisasi yang harus diterima dan diteruskan.

“Yang baik dari kami, silakan dilanjutkan. Yang kurang, silakan diperbaiki. Karena setiap kepengurusan punya cerita dan caranya sendiri untuk berkembang,” lanjutnya.

Kepada kepengurusan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan, Sodiq berharap PK IPNU UTM dapat terus berkembang dan menjadi ruang belajar bagi seluruh kader.

“Untuk kepengurusan selanjutnya, saya berharap bisa membawa PK IPNU UTM menjadi lebih baik. Tidak harus melanjutkan semuanya seperti yang kami lakukan. Silakan membuat warna baru, melakukan hal-hal yang lebih baik, dan memperbaiki apa yang masih menjadi kekurangan kami,” tambahnya.

Sodiq juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh BANOM NU Kamal, khususnya MWC NU Kamal, yang selama ini telah memberikan ruang, dukungan, arahan, dan kepercayaan kepada PK IPNU UTM untuk terus belajar dan berproses.

“Terima kasih kepada seluruh BANOM NU Kamal, wabil khusus MWC NU Kamal. Dukungan dan arahan yang diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Semoga sinergi dan persaudaraan ini tetap terjaga meskipun kepengurusan telah berganti,” pungkasnya.

Menutup sambutannya, Sodiq kembali menekankan pentingnya menjaga hubungan antarkader setelah berakhirnya masa kepengurusan.

“Jabatan kita boleh selesai. Kepengurusan kita boleh berganti. Tetapi jangan sampai karena RAPTA ini selesai, persaudaraan kita juga selesai,” tegasnya.

RAPTA PK IPNU UTM menjadi penanda berakhirnya satu periode kepengurusan sekaligus berlanjutnya estafet kepemimpinan. Bagi Sodiq, pergantian kepengurusan merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi, sedangkan hubungan dan persaudaraan antarkader tetap perlu dijaga.

Kontributor: Sodiqul Amin
Editor: Ikbar Zakariya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *