Kediri, SiRekan
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri bersama Forum Koordinasi (FK) Galuh Candra Kirana (GACANA) menggelar pelantikan pengurus sekaligus launching buku pada Ahad (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Perpustakaan Lantai 4 UIN Syekh Wasil Kediri tersebut menjadi momentum pengukuhan kepengurusan baru sekaligus apresiasi terhadap karya literasi para kader.
Pelantikan pengurus menjadi penanda dimulainya amanah kepengurusan baru dalam menjalankan program kerja organisasi. Sementara launching buku menjadi bentuk kontribusi kader dalam bidang literasi dan intelektual melalui gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa, menyanyikan Mars IPNU-IPPNU, dan pertunjukan silat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan, sharing session, prosesi pelantikan pengurus, sambutan ketua baru, dokumentasi, dan penutupan.
Deklarator PK IPNU-IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri, Choruddin Mustofa, S.Pd.I., dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangannya mengenai peran organisasi dalam membangun ketahanan mental dan membentuk generasi yang unggul.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Drs. Mandung Sulaksono yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai para pelajar IPNU-IPPNU memiliki kesempatan besar untuk berkembang melalui ruang pendidikan dan organisasi.
“Pendidikan itu arahnya ada tiga, yaitu mental, pikir, dan fisik. Saya yakin pelajar IPNU-IPPNU nantinya akan menjadi generasi unggul, hebat, petarung untuk bangsa ini,” ujarnya.
Pembina PK IPNU-IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri, Dr. Lukman Hakim, M.Sos., memberikan apresiasi atas penerbitan buku yang lahir dari gagasan para kader.
Menurutnya, sebuah karya tidak hanya dinilai dari jumlah pembacanya, tetapi juga dari keberanian dan keberhasilan penulis dalam menerbitkannya.
“Sebuah karya tidak semata-mata dinilai dari seberapa banyak orang yang membacanya, tetapi keberhasilannya untuk dapat diterbitkan juga merupakan pencapaian yang patut diapresiasi,” ungkapnya.
Ia menilai penerbitan buku menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi kemahasiswaan dalam menghasilkan karya intelektual. Menurutnya, kader perlu menghadirkan narasi intelektual melalui tulisan di tengah berkembangnya berbagai narasi di media sosial.
“Di tengah narasi di media sosial yang menganggap organisasi kemahasiswaan tidak lagi penting, mari kita melawannya melalui narasi intelektual berupa tulisan,” lanjutnya.
Ketua baru PK IPNU UIN Syekh Wasil Kediri, Rekan Syaikul, mengatakan buku tersebut merupakan buah dari gagasan dan pemikiran para kader yang dituangkan melalui tulisan.
Menurutnya, penerbitan buku menjadi salah satu bentuk keberhasilan kader dalam menjalankan program kerja organisasi. Ia berharap para kader dapat terus melahirkan gagasan dan karya baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan dukungan pembina dan alumni, PK IPNU-IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri diharapkan mampu mempertahankan eksistensi jam’iyah, menjaga komitmen dalam berorganisasi, serta memperkuat solidaritas antarkader.
Kontributor: Kanaya Putri R.
Editor: Achmad Subakti
