Pasca-MAKESTA, PAC IPNU-IPPNU Plered Konsisten Dampingi Anggota Baru lewat DISMING

Purwakarta, SiRekan

PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Plered terus mengawal proses kaderisasi setelah pelaksanaan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) melalui Diskusi Mingguan (DISMING). Kegiatan tersebut digelar pada Minggu (23/8/2026) di rumah Rekanita Noval, Desa Gandamekar, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

DISMING menjadi ruang silaturahmi dan diskusi bagi anggota baru untuk melanjutkan proses belajar setelah mengikuti kaderisasi awal. Dalam forum tersebut, anggota baru diberi kesempatan menyampaikan gagasan, bertanya, bertukar pengalaman, sekaligus mengenal dinamika organisasi secara lebih mendalam.

Bagi PAC IPNU-IPPNU Plered, pengawalan pasca-MAKESTA merupakan bagian dari keberlanjutan kaderisasi. MAKESTA menjadi pintu masuk bagi anggota baru untuk mengenal organisasi, sedangkan proses berikutnya menjadi ruang untuk membentuk karakter, kapasitas, dan keberanian mengambil peran.

Wakil Ketua I Organisasi PAC IPNU Kecamatan Plered, Rekan Falaq, mengatakan kaderisasi perlu dirawat melalui proses yang berkelanjutan.

“Kaderisasi tidak cukup hanya selesai di MAKESTA. Setelah mereka mengenal organisasi, harus ada ruang untuk terus belajar dan berproses. DISMING menjadi salah satu ruang agar anggota baru tetap terhubung, bisa berdiskusi, dan mulai menemukan perannya di organisasi,” ujar Rekan Falaq.

Menurut Falaq, suasana diskusi yang lebih santai dapat membuat anggota baru lebih nyaman menyampaikan pendapat. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang terbuka sekaligus mendorong keberanian kader untuk berkomunikasi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MAKESTA, Rekan Dias, mengatakan pengawalan setelah MAKESTA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses kaderisasi.

“MAKESTA adalah langkah awal. Setelah itu, bagaimana teman-teman anggota baru tetap mau hadir, belajar, dan mengikuti proses menjadi tanggung jawab kita bersama. DISMING menjadi salah satu wadah untuk menjaga semangat tersebut agar tidak berhenti setelah MAKESTA,” ungkap Rekan Dias.

Ia berharap anggota baru dapat memanfaatkan setiap ruang yang tersedia untuk memperluas wawasan, membangun relasi, serta mulai berani mengambil tanggung jawab dalam kegiatan organisasi.

Hal senada disampaikan instruktur MAKESTA, Rekan Rizky. Ia menilai kaderisasi membutuhkan pendampingan yang konsisten karena proses pembentukan kader tidak dapat diselesaikan dalam satu kegiatan.

“Setelah MAKESTA, justru proses yang sebenarnya mulai berjalan. Anggota baru perlu diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, mencoba, dan diberi kepercayaan. Dari proses seperti inilah kapasitas dan karakter kader akan tumbuh secara bertahap,” tutur Rekan Rizky.

Menurut Rizky, DISMING dapat menjadi ruang untuk membangun kedekatan antara kader lama dan anggota baru. Selain menjadi tempat bertukar gagasan, forum tersebut juga menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai organisasi serta semangat belajar, berjuang, dan bertaqwa.

Kegiatan DISMING berlangsung dalam suasana akrab dan partisipatif. Anggota baru diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan serta berdiskusi mengenai pengalaman dan harapan mereka setelah mengikuti MAKESTA.

Melalui kegiatan tersebut, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Plered menegaskan komitmennya terhadap kaderisasi yang berkelanjutan. MAKESTA tidak ditempatkan sebagai titik akhir, melainkan sebagai awal dari proses belajar dan pengabdian dalam organisasi.

Kontributor: Muhammad Rizky
Editor: Ikbar Zakariya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *