PAC IPNU-IPPNU Margasari Audiensi dengan Waka Kesiswaan MTs Nurul Ulum Jembayat, Bahas Makesta dan Pendirian PK

Tegal, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Margasari melakukan audiensi dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTs Nurul Ulum Jembayat, Muslim Nurdin, S.Pd., Selasa (9/6/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) serta pendirian Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU di lingkungan madrasah.

Audiensi yang dipimpin Ketua PAC IPNU Margasari, Agus Ramdani, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan ini menjadi upaya membangun sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama dalam menghidupkan kembali kaderisasi di lingkungan MTs Nurul Ulum Jembayat.

Dalam kesempatan tersebut, PAC IPNU-IPPNU Margasari menjelaskan bahwa Makesta merupakan jenjang kaderisasi formal pertama yang bertujuan mengenalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, membentuk karakter pelajar, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab organisasi. Selain itu, pendirian PK IPNU-IPPNU diharapkan menjadi wadah kaderisasi yang berkelanjutan bagi peserta didik di lingkungan madrasah.

Muslim Nurdin menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pihak kesiswaan sebelumnya, MTs Nurul Ulum Jembayat telah sekitar satu dekade tidak melaksanakan Makesta maupun memiliki PK IPNU-IPPNU yang aktif. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap pola kaderisasi yang pernah berlangsung pada masa lalu.

Menurutnya, terdapat persepsi bahwa kegiatan kaderisasi saat itu identik dengan praktik senioritas sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian peserta. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kegiatan serupa tidak lagi dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Agus Ramdani menegaskan bahwa sistem kaderisasi IPNU-IPPNU saat ini telah mengalami banyak pembenahan dan terus dievaluasi agar sesuai dengan kebutuhan pelajar masa kini.

“Kami memahami adanya kekhawatiran yang muncul berdasarkan pengalaman masa lalu. Karena itu, setiap pelaksanaan Makesta selalu kami evaluasi dan perbaiki. Kaderisasi bukanlah ruang untuk senioritas ataupun tekanan terhadap peserta, melainkan ruang belajar, bertumbuh, dan berproses bersama. Kami juga mengusung konsep Ruang Gembira agar peserta merasa nyaman, aktif, dan mendapatkan pengalaman kaderisasi yang positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan Makesta, PAC IPNU-IPPNU Margasari akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak sekolah untuk membahas teknis kegiatan secara menyeluruh. Mulai dari metode pendampingan peserta, tata tertib, hingga berbagai mekanisme pelaksanaan akan disusun bersama agar kegiatan berjalan sesuai harapan semua pihak.

Sebagai bentuk keseriusan, PAC IPNU-IPPNU Margasari juga menyerahkan sejumlah dokumen pendukung terkait pelaksanaan Makesta dan prosedur pendirian PK IPNU-IPPNU. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan sekaligus acuan dalam merealisasikan program kaderisasi di MTs Nurul Ulum Jembayat.

Sementara itu, Muslim Nurdin menyambut baik penjelasan yang disampaikan oleh PAC IPNU-IPPNU Margasari. Menurutnya, konsep kaderisasi yang menekankan pembinaan karakter, kenyamanan peserta, serta komunikasi yang baik dengan pihak sekolah merupakan langkah positif dalam membangun kembali kepercayaan terhadap kegiatan Makesta.

Audiensi ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat sinergi antara MTs Nurul Ulum Jembayat dan PAC IPNU-IPPNU Margasari. Melalui komunikasi yang terbuka dan komitmen bersama terhadap pembinaan pelajar, diharapkan pelaksanaan Makesta dan pendirian PK IPNU-IPPNU dapat segera terwujud sehingga melahirkan kader-kader pelajar Nahdlatul Ulama yang berakhlakul karimah, berwawasan luas, dan siap melanjutkan estafet perjuangan organisasi.

Kontributor: Muhammad Avanza
Editor: Achmad Subakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *