Merawat Tradisi, Tujuh Pelajar NU Kudus Ziarahi Makam Pendiri IPNU-IPPNU

Kudus, SiRekan

Ziarah ke makam leluhur maupun para ulama adalah sebuah perilaku yang baik untuk mengingat tentang kematian khususnya bagi warga Nahdlatul Ulama (NU). Sebab, ziarah sebagai upaya melestarikan tradisi Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) dan sebagai teladan khidmah juga perjuangan para pendahulu.

Sabtu-Ahad (23-24 Mei 2026), tujuh pelajar NU Kudus bernama Alfiyan, Rif’an, Makhrus, Muna, Azwar, Ujang, dan Danil menziarahi makam pendiri IPNU K.H. M. Tolchah Mansoer dan pendiri IPPNU Hj. Umroh Mahfudzoh.

Sebagai kader NU, kita harus punya prinsip bahwa di dunia ini hanyalah sementara. Gunakanlah waktu yang ada di dunia dengan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah dan jadilah orang yang bermanfaat.

Ziarah kepada pada ulama pendiri IPNU-IPPNU dengan tujuan wasilah semoga diberikan kelancaran dalam berjuang dan berkhidmah di IPNU-IPPNU dan tentunya semoga kita jadi orang yang bermanfaat, sebagaimana yang disampaikan beliau, K.H. Tolchah Mansoer pendiri IPNU.

“Cita-cita IPNU adalah membentuk manusia yang berilmu yang dekat dengan masyarakat bukan menjadi manusia calon kasta elit dalam masyarakat,” sambung Mahrus.

Bukan hanya ziarah, kami juga mengunjungi destinati wisata seperti Kopi Alam Merapi, Ledok Sambi Kaliurang, lalu menuju ke pemandian Umbul Cokro Klaten. Kegiatan ini bukan hanya soal perjalanan fisik, tetapi juga sebuah perjalanan jiwa dalam menguatkan identitas, membangun kebersamaan, dan menghidupkan kembali semangat perjuangan organisasi.

Kontributor: M. Khasanul Muna

Editor: Fahri Reza M.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *