Kediri, SiRekan
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Syekh Wasil Kediri menggelar Pelatihan Buket Kreatif dan Bernilai Ekonomis bagi kader yang ingin mengembangkan keterampilan di bidang craft. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni 1 November 2025, 28 November 2025, dan 16 Februari 2026, bertempat di Ngronggo, Kota Kediri.
Pelatihan menghadirkan owner Beevi Craft, Rekanita Untsa, sebagai pemateri utama. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga praktik langsung membuat berbagai jenis buket, mulai dari buket hijab pada sesi pertama, buket hijab dan snack pada sesi follow up kedua, hingga buket fresh flower pada tahap ketiga. Melalui metode praktik, peserta dapat memahami teknik merangkai secara detail sekaligus membawa pulang hasil karya masing-masing.
Ketua PK IPNU UIN Syekh Wasil Kediri, Rekan Alvenda, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membekali kader dengan keterampilan aplikatif yang bernilai ekonomis.
“Pelatihan buket kreatif dan bernilai ekonomis ini adalah bagian dari ikhtiar Lembaga Keprofesian untuk membekali kader dengan keterampilan nyata. Skill hari ini adalah pintu rezeki esok hari. Kita belajar merangkai, belajar memasarkan, dan belajar membaca peluang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa IPNU–IPPNU harus hadir sebagai pelaku perubahan. Dari karya yang dihasilkan kader, akan tumbuh kemandirian yang menjadi bekal menghadapi dunia kerja setelah lulus.
Sementara itu, Rekanita Untsa menegaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar tentang merangkai bunga, tetapi juga bagian dari proses pengkaderan yang berkelanjutan.
“Pelatihan buket ini tidak sesederhana merangkai bunga lalu selesai. Di setiap rangkaian ada estafet pengkaderan yang harus diteruskan,” ungkapnya.
Menurutnya, setiap generasi boleh memiliki pola pikir berbeda, namun tujuan pengkaderan tetap sama, yakni melahirkan bibit-bibit baru yang siap berkembang dan memberi manfaat. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan usaha hanyalah bonus, sementara proses belajar bersama menjadi nilai utama.
Direktur Lembaga Profesi PK IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri, Rekanita Dina, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengasah keterampilan sekaligus mengenalkan aspek bisnis, mulai dari manajemen usaha hingga strategi pemasaran. Peserta juga diberi kesempatan bergabung dalam tim craft PK IPNU–IPPNU sebagai wadah pengembangan lanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik serta peserta yang istiqomah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Melalui program ini, PK IPNU–IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri berharap dapat melahirkan kader yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal keterampilan yang bernilai guna.
Kontributor: Luthfi Choirun Nisa
Editor: Achmad Subakti
