Konfercab IPNU–IPPNU Kota Bekasi: Meneguhkan Khittah Pelajar NU di Tengah Perubahan Zaman

Kota Bekasi, SiRekan
Konferensi Cabang (Konfercab) X Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Konfercab IX Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kota Bekasi menjadi momentum penting dalam memperkuat arah perjuangan pelajar NU di tengah dinamika zaman yang kian cepat berubah.

Kegiatan yang digelar di Graha Hartika Wulan Sari, Kota Bekasi, Jawa Barat, ini mengusung tema “Meneguhkan Khittah Pelajar NU di Tengah Perubahan Zaman”. Tema tersebut menjadi refleksi komitmen organisasi untuk tetap menjaga jati diri dan nilai dasar perjuangan, sekaligus adaptif terhadap arus transformasi sosial dan digital.

Konfercab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi capaian kepengurusan sebelumnya serta merumuskan langkah dan strategi ke depan yang lebih relevan dengan kebutuhan pelajar masa kini.

Ketua Panitia Konfercab, Muhammad Firdaus, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti delegasi pimpinan anak cabang dan komisariat se-Kota Bekasi. Ia berharap forum tersebut menghasilkan keputusan-keputusan strategis demi memperkuat sinergi organisasi.

“Konfercab ini menjadi ruang musyawarah bersama untuk merumuskan arah gerak ke depan. Harapannya, lahir program prioritas yang lebih terukur dan berdampak luas,” jelasnya.

Ketua PC IPNU Kota Bekasi, Hilmi Nizar Saputro, menegaskan bahwa Konfercab menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan eksistensi organisasi agar tetap dekat dengan pelajar.

“Konfercab ini bukan hanya soal pergantian kepengurusan, tetapi bagaimana kita memperkokoh barisan dan memastikan IPNU–IPPNU tetap hadir, dekat, dan bermakna bagi pelajar. Perubahan sosial dan teknologi harus kita sikapi dengan bijak, tanpa meninggalkan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai fondasi utama,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PC IPPNU Kota Bekasi, Sephia Nurbaiti, menyoroti pentingnya penguatan kaderisasi dan literasi digital di kalangan pelajar NU. Menurutnya, generasi pelajar saat ini harus dibekali kemampuan kepemimpinan yang matang agar mampu menjawab tantangan zaman.

“Kaderisasi harus terus diperkuat. Pelajar NU perlu memiliki kecakapan digital, pola pikir kritis, serta jiwa kepemimpinan agar mampu menjadi agen perubahan yang progresif, namun tetap berkarakter Islam moderat,” tuturnya.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kota Bekasi melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, H. Yoyo Suhaimi, S.Ag. Ia menilai IPNU–IPPNU memiliki peran strategis dalam pembinaan generasi muda, khususnya dalam membangun karakter religius dan nasionalis.

“Kami berharap Konfercab ini melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang visioner, sekaligus program kerja yang benar-benar memberi dampak nyata bagi pelajar dan masyarakat,” katanya.

Ke depan, kepengurusan baru PC IPNU dan PC IPPNU Kota Bekasi dituntut menghadirkan program yang adaptif terhadap perubahan sosial, seperti penguatan literasi digital, pengembangan kepemimpinan pelajar, serta optimalisasi media sebagai sarana dakwah dan edukasi.

Melalui Konfercab ini, IPNU–IPPNU Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak pelajar yang religius, intelektual, dan berdaya saing, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ke-NU-an.

Kontributor: Muhammad Firdaus
Editor: Achmad Subakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *