IPNU–IPPNU Dolopo Awali Anniversary Series dengan Seminar Anti Radikalisme dan Terorisme Bersama Densus 88 Jatim

Madiun, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dolopo menggelar Opening Anniversary Series dalam rangka memperingati Harlah IPNU ke-72 dan IPPNU ke-71, Kamis (5/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Candi, Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

Sebagai pembuka rangkaian peringatan hari lahir, panitia menghadirkan seminar pelajar bertema “Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme di Kalangan Pelajar” dengan narasumber dari Densus 88 Anti Teror Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti seluruh Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat di bawah naungan PAC IPNU–IPPNU Dolopo, serta perwakilan pelajar dari SMA, MA, SMK, SMP, dan MTs se-Kecamatan Dolopo.

Ketua PC IPNU Kabupaten Madiun, Aldan Alif Fauzi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Anniversary Series dirancang tidak hanya sebatas perayaan seremonial, tetapi menghadirkan berbagai program yang berdampak nyata bagi pelajar.

“Anniversary Series ini bukan hanya memiliki satu output kegiatan, tetapi banyak. Mulai dari pengembangan minat dan bakat pelajar, peningkatan wawasan keilmuan, hingga penguatan nilai ke-NU-an dan keaswajaan sebagai wadah pembentukan karakter serta intelektualitas pelajar NU,” ungkapnya.

Ia menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pengembangan diri sekaligus mempertegas peran IPNU–IPPNU sebagai organisasi pelajar yang progresif, moderat, dan tetap berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Dolopo, Kiai Askun Mubarok. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah PAC IPNU–IPPNU Dolopo yang dinilai responsif terhadap tantangan generasi muda saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. IPNU–IPPNU telah berupaya memberikan pemahaman sejak dini kepada pelajar tentang bahaya radikalisme dan terorisme. Masa pelajar adalah masa pencarian jati diri, sehingga mereka mudah terpengaruh berbagai paham yang menyimpang,” tuturnya.

Menurutnya, penguatan nilai keagamaan yang moderat, semangat persatuan, serta kecakapan dalam menyaring informasi di era digital menjadi bekal penting bagi pelajar. Ia menambahkan, keberadaan organisasi seperti IPNU–IPPNU dapat menjadi benteng dalam mencegah masuknya paham ekstrem di kalangan generasi muda.

“IPNU dan IPPNU harus menjadi rumah belajar yang membimbing pelajar agar berpikir kritis, berakhlak, dan tetap berada di jalan Aswaja,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap Anniversary Series menjadi momentum penguatan kapasitas pelajar NU, baik secara intelektual, spiritual, maupun sosial. Para pelajar diharapkan tidak hanya memahami bahaya radikalisme dan terorisme, tetapi juga mampu tampil sebagai agen moderasi, pelopor persatuan, serta generasi muda yang siap memberi kontribusi positif bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Kontributor: Zakariya Putra Pratama
Editor: Achmad Subakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *