Pacitan, Sirekan
Corps Brigade Pembangunan (CBP) KPP IPNU dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPPNU Kabupaten Pacitan menjalin kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan dalam kegiatan pelatihan vertical rescue. Kegiatan yang digelar pada akhir pekan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader pelajar NU dalam kesiapsiagaan bencana, khususnya teknik evakuasi di medan terjal.
Pelatihan yang dipusatkan di area tebing Desa Watupatok tersebut diikuti puluhan anggota CBP KPP IPNU–IPPNU dari berbagai kecamatan. Para peserta mendapatkan materi dasar tentang manajemen risiko, penggunaan alat keselamatan, hingga praktik langsung teknik evakuasi vertikal dengan pendampingan instruktur profesional dari BPBD.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan menyampaikan apresiasi atas inisiatif generasi muda NU yang aktif terlibat dalam isu kebencanaan. Menurutnya, Pacitan merupakan wilayah rawan bencana seperti longsor dan banjir, sehingga keberadaan relawan terlatih sangat dibutuhkan.
“Kolaborasi ini penting untuk memperkuat jejaring relawan berbasis masyarakat. Semoga adik-adik CBP KPP IPNU–IPPNU bisa menjadi garda terdepan saat terjadi kondisi darurat,” ujarnya.
Sementara itu Ketua CBP KPP IPNU IPPNU ( Panji asmara dan Azzahra Setya putri )Pacitan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam pengabdian sosial.
“Pelajar NU tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga harus peka terhadap persoalan lingkungan dan kemanusiaan. Melalui pelatihan vertical rescue ini kami ingin memiliki bekal nyata untuk menolong sesama,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka berlatih cara memasang tali pengaman, teknik turun tebing, hingga simulasi evakuasi korban. Salah satu peserta, Hartanti, mengaku mendapat pengalaman berharga.
“Awalnya takut, tapi setelah dibimbing instruktur jadi lebih percaya diri. Semoga ilmu ini bermanfaat jika suatu saat dibutuhkan,” tuturnya.
Penulis: Ahmad Nasukhi
