Jakarta, Sirekan
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) dan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) resmi meluncurkan logo, tema, sekaligus lokasi pelaksanaan kongres masing-masing organisasi. Peluncuran yang digelar di Gedung PBNU Lantai 5, Jakarta, tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju forum permusyawaratan tertinggi di tingkat pusat kedua badan otonom Nahdlatul Ulama itu.
Kongres XXI IPNU dan Kongres XX IPPNU dijadwalkan berlangsung pada 26-30 November 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kedua organisasi membawa tema berbeda sesuai dengan arah gerakan dan fokus perjuangan masing-masing.
IPNU mengusung tema “Pelajar NU: Kader Muda Cahaya Peradaban”, sedangkan IPPNU membawa tema “Pelajar Putri NU Meneguhkan Nilai, Menguasai Zaman”. Kedua tema tersebut menjadi landasan untuk memperkuat peran kader pelajar NU dalam menghadapi perkembangan zaman.
Ketua Umum PP IPPNU, Whasfi Velasufah, menyampaikan bahwa kongres bukan semata-mata agenda pengurus pusat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen organisasi. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk turut menyukseskan pelaksanaan kongres dengan menjaga suasana yang kondusif.
“Bicara soal kongres, ini bukan hanya agenda pimpinan pusat tentunya. Bicara soal kongres, ini harus kita sukseskan bareng-bareng,” tegas Vela di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu, (14/10/26).
Ia juga berpesan agar dinamika dan persaingan dalam kongres tetap berlangsung secara sehat, tertib, serta mengedepankan semangat kebersamaan. Dengan demikian, proses permusyawaratan diharapkan dapat berjalan dengan penuh kebahagiaan dan berakhir dengan husnul khotimah.
Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU, M. Agil Nuruzzaman, menilai kongres sebagai kesempatan penting bagi seluruh kader untuk belajar, menyegarkan semangat perjuangan, sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
“Meskipun usungan tema dan logo IPNU dan IPPNU berbeda menyesuaikan fokus organisasi masing-masing, semangat kita tetap satu, yaitu semangat persatuan. Kongres ini adalah momentum konsolidasi organisasi untuk membangun gerakan kader yang lebih solid dalam menghadapi berbagai isu dan tantangan peradaban ke depan,” ujar Agil.
Menurutnya, perbedaan fokus yang tercermin dalam tema dan identitas visual kedua organisasi tidak mengurangi semangat persatuan sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Sebaliknya, kongres diharapkan menjadi momentum untuk memperkokoh gerakan kader agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Dari sisi kepanitiaan, Ketua Organising Committee (OC) Kongres IPNU, Kgs. Andre Saputra, menjelaskan bahwa peluncuran logo dan tema memiliki makna lebih dari sekadar seremoni. Momentum tersebut menandai dimulainya tahapan persiapan kongres secara lebih konkret.
“Kongres bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi perjalanan organisasi, konsolidasi gerakan, perumusan gagasan, serta peneguhan komitmen untuk melahirkan generasi pelajar NU yang berilmu, berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Andre.
Hal senada disampaikan Ketua OC Kongres IPPNU, Rosaliya. Ia menegaskan bahwa panitia dari kedua organisasi siap menjalankan tugas untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan kongres.
“Sejatinya kami OC, baik IPNU maupun IPPNU, akan menjadi pelayan rekanita dan rekan di tuan rumah nanti. Saya harap semua pimpinan wilayah, pimpinan cabang, pimpinan anak cabang, pimpinan ranting, dan pimpinan komisariat juga bisa menyemarakkan agenda kongres mulai dari hari ini sampai nanti hari H pelaksanaan,” ujar Rosaliya.
Rosaliya juga mengajak seluruh tingkatan kepengurusan IPNU dan IPPNU untuk ikut menyemarakkan rangkaian kegiatan sejak masa persiapan hingga hari pelaksanaan. Keterlibatan seluruh elemen organisasi dinilai penting agar kongres dapat berlangsung dengan baik dan menjadi agenda bersama seluruh kader.
Peluncuran logo dan tema tersebut turut dihadiri jajaran Steering Committee (SC), fungsionaris pengurus pusat, serta panitia pelaksana dari kedua organisasi.
Dengan peluncuran identitas resmi ini, persiapan menuju Kongres XXI IPNU dan Kongres XX IPPNU di Kendal memasuki tahap penting. Selain menjadi forum pergantian kepemimpinan, kongres diharapkan mampu memperkuat konsolidasi, merumuskan gagasan strategis, dan meneguhkan arah gerakan kader pelajar NU ke depan.
Editor: Dhahrul Mustaqim
