Malang, SiRekan
Festival Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di MTs Mambaul Ulum Gedangan. Kegiatan yang diinisiasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Gedangan bersama Panitia HSN Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gedangan ini menjadi wadah pengembangan potensi pelajar dan masyarakat melalui berbagai perlombaan.
Festival dibuka secara resmi oleh Ketua MWC NU Gedangan pada pukul 08.00 WIB. Acara tersebut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Gedangan, para kepala desa beserta istri, badan otonom (banom) dan lembaga di lingkungan MWC NU Gedangan, serta peserta dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari SD/MI, MTs/SMP, hingga SMA/SMK/MA se-Kecamatan Gedangan.
Sejumlah cabang lomba digelar dalam festival tersebut, meliputi dai, kaligrafi, azan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), IPSI tangan kosong, serta paduan suara Muslimat NU. Berbagai perlombaan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan kreativitas, dan mempererat ukhuwah Islamiah.
Keterlibatan PAC IPNU-IPPNU Gedangan sebagai penggagas kegiatan bersama Panitia HSN MWC NU Gedangan menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antargenerasi. Sinergi tersebut melibatkan kalangan pelajar, tokoh organisasi, dan masyarakat dalam menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional.
Salah satu cabang yang menjadi perhatian dalam Festival HSN 2026 adalah lomba paduan suara Muslimat NU. Lomba ini diikuti perwakilan dari tujuh hingga delapan desa di Kecamatan Gedangan.
Para peserta tampil dengan beragam kostum dan menunjukkan kekompakan melalui harmonisasi suara serta penghayatan lagu. Setiap kelompok membawakan dua lagu wajib dan satu lagu kreasi bebas, sehingga peserta dapat menampilkan kemampuan vokal sekaligus kreativitas dalam bermusik.
Dewan juri lomba paduan suara Muslimat NU terdiri atas Ibu Camat Gedangan dan Shinta Maya, guru SMP PGRI Gedangan. Penampilan para peserta menjadi bagian dari partisipasi perempuan Nahdliyin dalam kegiatan seni, sosial, dan keagamaan di Kecamatan Gedangan.
Selain menjadi ajang kompetisi, lomba tersebut juga menjadi ruang bagi anggota Muslimat NU untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan melalui seni. Antusiasme peserta terlihat dari persiapan hingga penampilan di hadapan dewan juri.
Festival HSN 2026 MWC NU Gedangan merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang telah dimulai dengan perlombaan bulu tangkis pada 4 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut akan mencapai puncaknya pada 22 Oktober 2026 melalui upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Desa Gedangan. Pada kesempatan yang sama, panitia juga dijadwalkan menyerahkan hadiah kepada para pemenang Festival HSN 2026.
Kolaborasi PAC IPNU-IPPNU Gedangan dan Panitia HSN MWC NU Gedangan diharapkan dapat memperkuat keterlibatan generasi muda dalam kegiatan organisasi dan kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, pelajar juga memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, dan partisipasi sosial.
Festival HSN 2026 menjadi salah satu bentuk peringatan Hari Santri Nasional melalui kegiatan keagamaan, seni, olahraga, dan pengembangan kreativitas masyarakat.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”
Kontributor: Shinta Kurniawati
Editor: Ikbar Zakariya
