Purwakarta, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Maniis menggelar Rapat Kerja Anak Cabang (RAKERANCAB) II di Aula Kantor Kecamatan Maniis, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi organisasi, penyusunan program kerja, dan penguatan koordinasi antarpengurus.
RAKERANCAB II digelar untuk memperkuat arah gerak organisasi agar lebih terencana dan berkelanjutan. Selain menyusun program kerja selama satu periode kepengurusan, forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan membangun komitmen bersama.
Tiga agenda utama dibahas dalam kegiatan tersebut, yakni penyusunan dan penetapan program kerja, evaluasi pelaksanaan program sebelumnya, serta penguatan komunikasi dan kerja sama antarstruktur organisasi. Program yang dirumuskan diharapkan sesuai dengan kebutuhan kader dan pelajar sehingga dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pembina IPNU Maniis, Muhammad Saeful Kudus, S.E., menekankan pentingnya menjadikan rapat kerja sebagai sarana membangun kesadaran berorganisasi, kedisiplinan, dan tanggung jawab kader.
“Rapat kerja bukan sekadar menyusun daftar kegiatan, melainkan menentukan arah perjuangan organisasi. Program yang baik harus berangkat dari kebutuhan kader, direncanakan secara matang, dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap seluruh pengurus mampu menjaga kekompakan, membangun komunikasi yang sehat, serta menjadikan setiap amanah sebagai bentuk pengabdian kepada organisasi, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat,” ujarnya.
Ketua PAC IPNU Maniis, Radja Radithya Wandyra, mengatakan IPNU dan IPPNU memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi Nahdlatul Ulama, khususnya di kalangan pelajar.
“IPNU IPPNU adalah ujung tombak perjuangan kaderisasi NU dan juru kunci Aswaja di kalangan pelajar. Karena itu, organisasi ini tidak boleh hanya hadir sebagai nama atau simbol, tetapi harus menjadi ruang tumbuh bagi pelajar untuk belajar berpikir kritis, membangun karakter, memperkuat pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, serta menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya. Melalui RAKERANCAB II ini, kita ingin memastikan bahwa setiap program memiliki arah, setiap kader mendapatkan ruang untuk berkembang, dan setiap gerakan membawa manfaat,” katanya.
Sementara itu, Ketua PAC IPPNU Maniis, Cici Fauziah, menyebut RAKERANCAB II sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun organisasi yang mampu menjawab kebutuhan pelajar.
“RAKERANCAB PAC IPNU IPPNU MANIIS menjadi momentum menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan merumuskan langkah nyata demi mewujudkan organisasi yang progresif, mandiri, dan bermakna dengan semangat Belajar, Berjuang, Bertakwa. Harapannya, seluruh program yang dirumuskan dapat menjadi ruang bagi kader untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas diri, serta memperkuat solidaritas. Kemajuan organisasi bukan hanya tanggung jawab ketua atau beberapa pengurus, melainkan hasil dari kerja sama dan komitmen seluruh kader,” tuturnya.
Melalui forum tersebut, PAC IPNU-IPPNU Maniis diharapkan dapat menghasilkan program kerja yang realistis, terukur, dan berorientasi pada pengembangan kader. Evaluasi program sebelumnya juga menjadi dasar untuk memperbaiki kekurangan, mempertahankan capaian yang telah berjalan baik, serta merancang inovasi sesuai dengan tantangan pelajar di tingkat kecamatan.
RAKERANCAB II juga menegaskan pentingnya kaderisasi, komunikasi terbuka, dan pengabdian nyata dalam pengembangan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama. Kemandirian organisasi perlu diwujudkan melalui konsistensi pelaksanaan program, keterlibatan kader, dan komitmen menjalankan keputusan bersama.
Dengan semangat Belajar, Berjuang, Bertakwa, PAC IPNU-IPPNU Maniis berkomitmen memperkuat peran pelajar sebagai generasi penerus perjuangan Nahdlatul Ulama, penjaga nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah, serta penggerak perubahan yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
Kontributor: Radithya Wandyra
Editor: Ikbar Zakariya
