PAC IPNU-IPPNU Kedungdung dan LBM MWCNU Gelar Bahtsul Masail, Rawat Tradisi Keilmuan Kader

Sampang, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Kedungdung bersama Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWC NU Kedungdung menggelar forum Bahtsul Masail di Kantor MWC NU Kedungdung, Jumat (5/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 50 peserta yang merupakan perwakilan ranting NU dan pondok pesantren se-Kecamatan Kedungdung, serta jajaran pengurus MWC NU Kedungdung.

Forum Bahtsul Masail mengangkat topik “Yang Penting Mendapatkan Barokah”. Diskusi membahas berbagai perspektif hukum Islam dan tradisi keagamaan yang berkembang di masyarakat.

Ketua PAC IPNU Kedungdung, Moh Helmi, mengatakan forum tersebut menjadi ruang bagi kader pelajar NU untuk mengembangkan kapasitas keilmuan di tengah perkembangan zaman.

“Pelajar NU harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu membaca tantangan masa depan tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan kita. Melalui Bahtsul Masail ini, kita merawat sanad, adab, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ujar Moh Helmi dalam sambutannya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Kedungdung, K. Rusdi Abd. Kholiq. Menurut dia, Bahtsul Masail merupakan bagian penting dari tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama.

“Bahtsul Masail merupakan salah satu identitas penting Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, di Kecamatan Kedungdung tradisi ini terus dijaga dan dirawat secara istiqamah. Hari ini, adik-adik IPNU-IPPNU turut mengambil bagian melalui kolaborasi bersama LBM MWCNU Kedungdung. Terima kasih atas ikhtiar dan semangatnya. Semoga tradisi keilmuan ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutur Rusdi.

Kolaborasi PAC IPNU-IPPNU dan LBM MWC NU Kedungdung tersebut menjadi bagian dari upaya melibatkan kader muda NU dalam tradisi kajian keislaman berbasis khazanah keilmuan pesantren.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan kader dalam merespons berbagai persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan melalui pendekatan keilmuan yang dimiliki dalam tradisi Bahtsul Masail.

Kontributor: Zeinal Abidin
Editor: Ikbar Zakariya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *