Dari Kenal Menjadi Kader, LOGIIN 2026 Buka Gerbang Baru IPNU-IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri

Kediri, SiRekan
Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri bersama Forum Koordinasi (FK) Galuh Candra Kirana (GACANA) menggelar Lentera Orientasi Gerbang IPNU-IPPNU (LOGIIN) 2026 di MWC NU Kecamatan Pesantren, Jumat-Ahad (2–4/10/2026). Kegiatan pengaderan nonformal tersebut diikuti calon anggota untuk mengenal organisasi, memahami nilai dan tradisi IPNU-IPPNU, membangun jejaring, serta mengembangkan kapasitas diri.

Selama tiga hari, peserta mengikuti sejumlah materi edukatif yang menjadi bagian dari proses pengenalan dan kaderisasi di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi calon anggota untuk mengenali potensi diri, membangun lingkungan pergaulan yang positif, dan mempersiapkan diri untuk terlibat dalam organisasi.

Pembina PK IPNU-IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Yasin, mengatakan IPNU dan IPPNU bukanlah tujuan akhir, melainkan wahana bagi kader untuk mengembangkan diri.

“IPNU dan IPPNU bukanlah tujuan akhir, melainkan wahana dan sarana bagi kader untuk mengembangkan diri. Melalui organisasi tersebut, diharapkan kader dapat meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus membangun kredibilitas diri,” ujar Prof. Yasin.

Menurut dia, organisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas keilmuan sekaligus membangun kredibilitas diri. Karena itu, proses pengenalan terhadap organisasi menjadi bagian penting dalam perjalanan kader.

Persiapan LOGIIN dilakukan panitia sejak jauh-jauh hari melalui koordinasi untuk memastikan kegiatan dapat berjalan sesuai rangkaian yang telah disiapkan.

Selain pengenalan organisasi, peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya memilih lingkungan yang mendukung proses belajar dan pengembangan diri.

“Mahasiswa perlu menjadi penempuh lingkungan yang tepat, memiliki jejaring yang luas, membangun circle yang positif, serta menemukan mentor yang dapat mendampingi proses belajar dan pengembangan diri,” ujar Mustofa.

Materi lain dalam LOGIIN mengajak peserta mengenali dan memahami diri. Peserta diajak melihat proses mengenali diri sebagai langkah untuk memahami pikiran dan perasaan secara lebih jujur di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntutan.

Rekan Syauqi mengatakan, mengenali diri membutuhkan keberanian untuk memahami pikiran dan perasaan, termasuk menerima ketakutan serta menghargai berbagai hal yang membuat seseorang memiliki nilai.

“Mengenali diri merupakan bentuk keberanian untuk memahami pikiran dan perasaan, termasuk mengakui ketakutan yang selama ini mungkin disembunyikan, sekaligus menghargai berbagai hal kecil yang membuat diri memiliki nilai. Ketika seseorang mulai memahami apa yang benar-benar dibutuhkan dan membedakannya dari tuntutan lingkungan, ia tidak akan mudah goyah oleh penilaian orang lain karena telah memahami dirinya dengan lebih baik,” ujar Syauqi.

Ia mengatakan memahami diri bukan berarti menjadi pribadi tanpa kekurangan. Proses tersebut merupakan bagian dari belajar menerima dan berdamai dengan ketidaksempurnaan.

Dengan mengenali diri, seseorang dapat memahami kapan perlu berusaha dan kapan perlu memberikan waktu untuk beristirahat tanpa merasa bersalah.

“Pada akhirnya, mengenal diri membuat kehidupan terasa lebih ringan dan jujur. Kita memiliki ruang untuk menerima diri apa adanya sekaligus belajar menyayangi orang lain dengan lebih tulus,” pungkasnya.

Ketua FK GACANA, Rekan Dika, berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara FK dan PK. Ia juga berharap kader baru yang mengikuti LOGIIN dapat merasa menjadi bagian dari keluarga besar IPNU-IPPNU.

“Saya berharap FK dan PK bisa terus bergerak, semakin kompak, aktif, dan saling mendukung dalam setiap kegiatan. Semoga setelah LOGIIN ini, teman-teman yang baru bergabung bisa merasa menjadi bagian dari keluarga besar dan bersama-sama belajar, berkembang, serta memberikan manfaat,” tutur Dika.

LOGIIN 2026 menjadi bagian dari proses pengenalan dan kaderisasi calon anggota PK IPNU-IPPNU UIN Syekh Wasil Kediri. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan organisasi, tetapi juga diajak membangun jejaring, mengenali diri, dan mengembangkan kapasitas sebagai bagian dari perjalanan kader.

Kontributor: Kanaya Putri Rahmadina
Editor: Ikbar Zakariya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *