Kader IPNU-IPPNU Turut Perkuat Gerakan Literasi di Lampung Barat

Lampung Barat, Sirekan
Kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) turut mengambil bagian dalam Pelatihan Manajemen Komunitas Literasi Lampung Barat yang digelar Lamban Baca Iqro’ di Gedung Cempaka Dalom, Pekon Padang Dalom, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan bertema “Manajemen Komunitas Literasi Berkelanjutan” tersebut diikuti 34 peserta dari berbagai lamban baca, baik yang baru memulai maupun yang telah lama bergerak, relawan, pegiat literasi, serta pengelola perpustakaan desa dan sekolah se-Kabupaten Lampung Barat.

Kegiatan yang diinisiasi Pengelola Lamban Baca Iqro’, Devi Novia, S.Pd., tersebut bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Pelatihan menghadirkan Ahmadi, S.H., Sekretaris Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat, sebagai pemateri utama.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga selesai itu turut dihadiri perwakilan Tim Penggerak PKK dan Ibu Pratin (Ibu Peratin/Istri Kepala Desa).

Dalam pemaparannya, Ahmadi membahas sejumlah strategi untuk meningkatkan partisipasi aktif anak-anak di ruang baca. Salah satunya melalui program kunjungan perpustakaan secara terstruktur, wajib, dan terjadwal dengan sistem rotasi satu kelas per hari.

Pengelola ruang baca juga didorong untuk mencatat kehadiran dan aktivitas peserta sebagai bagian dari monitoring yang terukur. Selain itu, program literasi disarankan melibatkan organisasi pemuda dan sekolah melalui advokasi, memberikan reward atau insentif bagi anak yang aktif, serta menyesuaikan bahan bacaan dengan kelompok umur dan preferensi anak muda saat ini.

Salah satu peserta, Evan Nurhakim, Pengelola Teras Pelajar Lampung Barat sekaligus kader dan Wakil Ketua PC IPNU Lampung Barat, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut.

Evan menjelaskan, Teras Pelajar merupakan gerakan literasi yang digagas Pimpinan Pusat (PP) IPNU untuk kemudian diimplementasikan di tingkat daerah. Menurutnya, materi mengenai pemetaan program dan manajemen operasional yang disampaikan dalam pelatihan memberikan perspektif baru dalam pengelolaan komunitas literasi.

“Meskipun saya sudah sering mengikuti berbagai jenis pelatihan dan kegiatan literasi sebelumnya, bagi saya ini merupakan kegiatan yang sangat menarik. Penjelasan materi dilakukan secara bertahap, step-by-step-nya sangat jelas, terstruktur, dan mudah dipahami. Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan baru, khususnya terkait strategi manajemen pengelolaan komunitas secara berkelanjutan,” ujar Evan Nurhakim di sela-sela acara.

Menurut Evan, materi yang diperoleh dalam pelatihan dapat menjadi bekal bagi para pengelola komunitas untuk menyusun program secara lebih terarah. Ia juga menilai penguatan manajemen diperlukan agar gerakan literasi yang dikembangkan di tingkat daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pengelola Lamban Baca Iqro’, Devi Novia, S.Pd., mengatakan kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam pelatihan menunjukkan adanya sinergi dalam membangun ekosistem literasi di Lampung Barat.

Menurut Devi, materi mengenai pentingnya validasi bahan bacaan, termasuk buku PKK, serta penjajakan kemitraan untuk bantuan buku menjadi catatan penting bagi para pengelola lamban baca.

Ia berharap pengelolaan komunitas literasi ke depan dapat dilakukan secara lebih sederhana dan terukur sehingga program yang dihadirkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola komunitas literasi di Lampung Barat. Keterlibatan pegiat literasi, komunitas, serta organisasi pelajar seperti IPNU menjadi bagian dari penguatan ekosistem literasi di tingkat daerah.

Kontributor: Evan Nurhakim
Editor: Ikbar Zakariya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *