Bandung, SiRekan
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Bandung menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) 2026 di SMK Bakti Ilham, Rancaekek, Jumat-Ahad (31/7-2/8/2026). Kaderisasi jenjang menengah tersebut menjadi ikhtiar organisasi dalam menyiapkan kader-kader muda Nahdliyin yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan intelektual, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Mengusung tema “Meneguhkan Kaderisasi IPNU dalam Mencetak Pemimpin Muda Nahdliyin yang Visioner, Berdaya Saing, dan Responsif terhadap Perkembangan Zaman Berlandaskan Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” kegiatan ini menjadi wadah penguatan ideologi, pembentukan karakter, serta peningkatan kompetensi kader sebagai bekal menjalankan roda organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Pembukaan Lakmud secara resmi dilakukan oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung, KH Imron Rosyadi, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruh organisasi yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Kaderisasi adalah investasi jangka panjang organisasi. Melalui Lakmud ini, saya berharap lahir kader-kader IPNU yang memiliki pemahaman keislaman yang kokoh, berakhlak, mampu memimpin, serta siap memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.
Ketua Pelaksana Lakmud 2026, Habib Abdulloh Ramdhani, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara maksimal agar mampu menghadirkan proses kaderisasi yang berkualitas dan berorientasi pada pembentukan kader penggerak.
“Lakmud bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan ruang pembentukan karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan kader. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap proses dengan penuh kesungguhan, memperkuat semangat belajar, berdiskusi secara kritis, serta menjadikan hasil kaderisasi ini sebagai bekal untuk mengembangkan organisasi di daerah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Bandung, Lutfi Maulana Muhamad, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan prioritas utama organisasi dalam membangun masa depan IPNU yang lebih kuat, mandiri, dan berdampak.
“Kaderisasi adalah napas perjuangan IPNU. Organisasi hanya akan terus hidup apabila mampu melahirkan kader yang memiliki ideologi yang kokoh, kapasitas kepemimpinan yang baik, serta keberanian menghadirkan solusi bagi persoalan pelajar dan masyarakat. Melalui Lakmud ini, kami ingin mencetak kader penggerak yang siap melanjutkan estafet perjuangan organisasi dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi strategis, di antaranya Ke-Aswajaan, Ke-NU-an, Ke-IPNU-an, wawasan kebangsaan, manajemen organisasi, kepemimpinan, komunikasi dan kerja sama, manajemen konflik, scientific problem solving, networking dan lobbying, analisis sosial dan advokasi pelajar, manajemen isu dan literasi digital, hingga teknik diskusi, rapat, dan persidangan. Materi tersebut dipadukan dengan metode diskusi, simulasi, dan Focus Group Discussion (FGD) guna memperkuat kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, serta penyelesaian masalah.
Melalui penyelenggaraan Lakmud 2026, PC IPNU Kabupaten Bandung berharap lahir kader-kader muda Nahdliyin yang berintegritas, memiliki wawasan luas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi penggerak organisasi di berbagai tingkatan kepengurusan dan memberikan kontribusi nyata bagi Nahdlatul Ulama, masyarakat, bangsa, dan negara.
Kontributor: Agum Gumelar
Editor: Achmad Subakti
