Lakmud IV PAC IPNU-IPPNU Kedungwaru Perkuat Sanad Kaderisasi, Hadirkan Pimpinan Pusat dan Wilayah

Tulungagung, SiRekan
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kedungwaru menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) IV selama empat hari, Kamis-Ahad (9-12/7/2026), di MI Sunan Giri, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Mengusung tema “New Generation for Future Power”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan kaderisasi tingkat menengah sekaligus pengembangan kapasitas kader agar siap menjadi penggerak organisasi di tengah tantangan zaman.

Sebanyak 34 peserta mengikuti Lakmud IV, terdiri atas 29 peserta internal dan lima peserta eksternal yang berasal dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT), di antaranya PAC IPNU Sendang, PAC IPPNU Kalidawir, PAC IPPNU Tanggunggunung, serta PKPT IPNU UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.

Ketua Pelaksana, Moh Syarif Hidayatullah Al Hakim, mengatakan Lakmud dirancang untuk melahirkan kader muda yang mampu memberikan dampak nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

“Kami berharap seluruh peserta menjadi kader yang loyal, militan, kritis, adaptif, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Kader muda harus mampu menjadi konseptor sekaligus eksekutor yang nantinya menjadi penggerak di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PAC IPNU Kedungwaru, Rifqi Erdiansyah, menegaskan bahwa Lakmud merupakan tahapan penting dalam proses kaderisasi IPNU-IPPNU. Menurutnya, kaderisasi tidak berhenti pada pembentukan rasa memiliki terhadap organisasi, tetapi juga menyiapkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan.

“Jika di Makesta kader diperkenalkan dengan organisasi dan ditumbuhkan rasa memiliki, maka di Lakmud inilah mentalitas, militansi, dan kapasitas keilmuan benar-benar ditempa. Dari sini lahir kader penggerak yang siap memimpin organisasi, NU, maupun berkontribusi bagi bangsa dan negara,” katanya.

Ketua PC IPNU Tulungagung, Hasan Musthofa, saat menyampaikan materi Leader Insight mengingatkan pentingnya loyalitas sebagai karakter utama seorang kader.

“Ketika tarafnya sudah menjadi kader, maka harus memiliki loyalitas kader. Saya berharap seluruh alumni Lakmud memiliki integritas, kapasitas, semangat berkhidmat, serta tidak pernah berhenti belajar dan berjuang,” tuturnya.

Penguatan kaderisasi juga disampaikan Wakil Ketua II PW IPNU Jawa Timur, Lazib. Ia menilai kader IPNU-IPPNU harus mampu menjawab tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Tantangan zaman semakin dinamis. Karena itu, kita membutuhkan kader yang adaptif, kritis, inovatif, namun tetap takzim kepada ulama. Belajar, Berjuang, Bertakwa bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi napas gerakan kader,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua II PP IPNU, Iqbal Hamdan Habibi, mengajak seluruh peserta menjadikan proses kaderisasi sebagai bentuk pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

“Niatkan seluruh proses ini lillahi ta’ala untuk berkhidmat kepada NU. Masa depan organisasi ditentukan oleh kaderisasi yang dilakukan secara sungguh-sungguh. Jadilah kader yang menuntaskan pengabdiannya dengan sebaik-baiknya dan terus memberi manfaat bagi organisasi,” pesannya.

Melalui Lakmud IV 2026, PAC IPNU-IPPNU Kedungwaru berharap lahir kader-kader muda yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta mampu memperkuat solidaritas dan jaringan organisasi. Kehadiran unsur Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah dalam kegiatan tersebut juga diharapkan semakin memperkuat sanad kaderisasi sekaligus menjadi motivasi bagi peserta untuk terus melanjutkan proses kaderisasi di jenjang berikutnya.

Kontributor: Moh Syarif Hidayatullah Al Hakim
Editor: Achmad Subakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *